Viral

Kontroversi Lagi, Netizen Soroti Tenda Glamping Pembekalan Kabinet Merah Putih di Magelang

×

Kontroversi Lagi, Netizen Soroti Tenda Glamping Pembekalan Kabinet Merah Putih di Magelang

Sebarkan artikel ini
tenda retreat magelang
Penampakan dalam tenda kegiatan Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (X/@ZAEffendy)

MAGELANG, beritajateng.tv – Kegiatan retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah belakangan ini terus menuai sorotan warganet di media sosial.

Diketahui, para peserta pembekalan Kabinet Merah Putih itu akan menginap di tenda Glamping.

Ini berarti, para menteri dan wakil menteri (wamen) akan menginap di tenda Glamping. Hal ini akan mereka lakukan selama mengikuti pembekalan yang Presiden Prabowo Subianto adakan tersebut.

Dari sana, tampak netizen menyoroti penggunaan fasilitas gamping ini.

Sebelumnya, para menteri, wakil menteri, kepala badan, utusan khusus, penasihat khusus, dan staf khusus Presiden, akan menjalani penggemblengan di Akmil Magelang hingga Ahad, 27 Oktober 2024. Mereka telah bermalam di Akmil Magelang sejak Kamis, 24 Oktober 2024.

BACA JUGA: Kritik Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran, Pengamat Politik Undip: Kaya Struktur, Miskin Fungsi

Selama berada di Lembah Tidar, para anggota kabinet Merah Putih akan diberikan sejumlah materi tentang pemerintahan hingga pencegahan korupsi. Selain itu, para pembantu Prabowo ini juga akan mendapatkan kesempatan untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri satu sama lainnya.

Sedangkan tempat istirahat peserta pembekalan ini akan menginap di tenda Glamping. Lokasinya di Borobudur International Golf Country Club di Magelang, Jawa Tengah.

Dari informasi yang beritajateng.tv himpun, pihak Operational General Manager Borobudur Golf & Club, telah mengonfirmasi hal tersebut.

Hal yang netizen soroti adalah fasilitas Glamping yang lengkap dengan AC, TV, dan kamar mandi pribadi, tampak memicu perdebatan di kalangan netizen.

Beberapa netizen terpantau mempertanyakan terkait fasilitas mewah tenda Glamping tersebut dengan tujuan pembekalan.

Di sisi lain, seorang netizen menganggap bahwa jika fasilitas mewah ini dapat meningkatkan kinerja kabinet dan mencapai target, maka ini bukanlah masalah.

“Lupakan pro kontra tentang tenda Glamping yang di anggap pemborosan. Jika cost  sebanding dengan kinerja anggota kabinet terutama dalam mengejar target2 yang jadi tujuan, tentu hal ini bukanlah suatu masalah,” ungkap @are_inismy**** di media sosial X.

BACA JUGA: Usai Pelantikan, Ratusan Foto Prabowo-Gibran di Semarang Ludes Terjual

Dengan berbagai fasilitas mewah, perkiraannya para peserta pembekalan dapat beristirahat dengan nyaman setelah menjalani kegiatan padat.

Namun demikian, kemewahan fasilitas Glamping tersebut masih memicu kontroversi yang memunculkan kritik tentang penggunaan dana publik.

Seorang pengguna media sosial X @em*****t menuliskan “Ini mah Glamping, glamour camping”. (*)

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp