KLATEN, beritajateng.tv – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Bentangan Klaten, Jawa Tengah, mencatat kinerja positif sejak peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 lalu. Dalam satu bulan pertama, koperasi ini berhasil meraup omzet lebih dari Rp100 juta.
Ketua Kopdes Merah Putih Bentangan, Bambang Gunarsa, menjelaskan koperasi berdiri di lahan seluas 600 meter persegi dengan enam unit usaha.
Fasilitas itu meliputi kantor koperasi, gerai sembako, klinik dan apotek, layanan Pos Indonesia, gudang penyimpanan, serta penjualan pupuk.
Ia menambahkan, laporan bulan pertama menunjukkan perputaran uang melampaui Rp100 juta. “Omzet mingguan kami sempat mencapai Rp15 juta pada awal September,” ungkap Bambang, Jumat, 12 September 2025.
BACA JUGA: Masih Tahap Adaptasi, Sekolah Rakyat Temanggung Bakal Mulai Kegiatan Belajar Awal Oktober 2025
Menurut Bambang, pada tahap awal pihaknya menjalankan pola konsinyasi untuk penjualan beras Bulog maupun pupuk dari Pupuk Indonesia.
Namun, seiring berjalannya waktu, koperasi mulai membeli langsung sejumlah kebutuhan seperti pupuk dan LPG 3 kilogram. Kendati begitu, keterbatasan modal masih menjadi hambatan utama.
“Terus terang, kendala kami terletak pada modal. Uang yang ada langsung kami pakai untuk belanja barang,” jelasnya.
Kata Kopdes Merah Putih Klaten soal kredit untuk tambahan modal
Bambang berharap pemerintah segera memberikan sosialisasi terkait prosedur pengajuan kredit ke bank Himbara. Ia menekankan tambahan modal akan membuat koperasi mampu menyediakan barang lebih lengkap.
Saat ini, Kopdesnya menawarkan kebutuhan pokok, antara lain LPG seharga Rp19.000, beras SPHP Bulog Rp62.000, serta minyak goreng Minyakita Rp15.500 per liter.
Meskipun suplai dari Bulog dan ID Food relatif lancar, ia menyebut tantangan tetap muncul.
BACA JUGA: Minta Kopdes Merah Putih Suplai Bahan Program MBG, Menko Zulhas: Itu Wajib
“Saat Bulog menggelar operasi pasar dengan harga beras Rp55.000, penjualan kami terganggu. Karena khawatir kedaluwarsa, stok beras kami minta Bulog tarik kembali,” jelasnya.
Di sisi lain, unit kesehatan juga belum berjalan optimal. Bambang menyebut baru apotek yang melayani warga, sementara klinik belum beroperasi lantaran belum ada tenaga medis dari puskesmas setempat. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





