BLORA, beritajateng.tv – Sudah lima bulan lamanya, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih. Hal ini membuat puluhan warga, khususnya di Desa Temurejo, berebut bantuan air bersih dari pemerintah dan beberapa lembaga.
Warga setempat rela antri untuk mendapatkan bantuan air bersih. Bantuan ini disalurkan oleh FIF Finance, PWI, dan Forum Kabupaten Sehat.
Suntoro, salah satu warga Dukuh Belik, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini. Ia biasanya harus menempuh jarak satu kilometer hanya untuk mencari air bersih.
“Saya sangat senang dapat bantuan air bersih ini,” kata Suntoro, Minggu, 22 September 2024.
BACA JUGA: Krisis Air Bersih di Blora Terus Meluas: Tak Cuma Warga, Kantor Kelurahan pun Terdampak
Sugeng, Direktur FIF Finance, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
“Kami management FIF group peduli lingkungan, apalagi musim kemarau seperti ini, warga sangat membutuhkan air bersih,” ujar Sugeng.
Pemda Blora Berupaya Tuntaskan Krisis Air Bersih
Menurut Ainia Shalichah, Ketua Forum Kabupaten Sehat Blora, pemerintah akan terus menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk membantu warga Blora.
“Kami akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga,” ujar Ainia.
BACA JUGA: Hadiri Puncak Perayaan Hari Lahir Muslimat NU ke-78 di Blora, Taj Yasin: Emak-emak Ini Luar Biasa
Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora Heri Purnomo, mengungkapkan, wartawan tidak hanya menulis, mengkritik saja. Namun, wartawan juga mengedukasi.
“Melihat warga Blora saat ini, kami menggandeng mitra kami untuk membantu, mengedukasi pentingnya kepedulian terhadap warga yang terdampak krisis air,” kata Heri.
Menurutnya, ada 20 tangki yang akan masyarakat Blora dapatkan selama terdampak krisis air. 20 tangki itu akan disalurkan ke sjumlah kecamatan yang membutuhkan.
“Hari ini kita droping 6 tangki. Dua di Desa Kamolan, dua di dukuh Belik, Desa Temurejo, dan dua lagi di Desa Jepangrejo. Yang lain kita lanjutkan besuk karena kekurangan armada”, tutupnya.
Krisis air bersih di Blora menunjukkan perlunya perhatian lebih dari semua pihak. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga hingga hujan kembali turun. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





