Pada awal musim kemarau, kata ԁia, warga masih dapat memanfaatkan sumur meski debit air mulai menurun. Kini, sumur-sumur itu nyaris tidak lagi menghasilkan air.
Jika tidak ada bantuan air bersih, warga terpaksa mencari sumber air hingga ke desa-desa tetangga untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Ada sumur, tetapi saat kemarau seperti sekarang airnya cepat habis. Kalaupun masih ada, jumlahnya sangat sedikit. Jadi kami benar-benar mengandalkan bantuan air bersih,” ungkap Nanik.
Ia berharap pemerintah segera merealisasikan rencana pengeboran sumber air di Dusun Jagir. Apabila ԁitemukan sumber air, hasilnya akan ԁitampung dalam tandon berkapasitas besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan warga secara berkelanjutan.
“Semoga rencana itu segera terlaksana, sehingga warga tidak lagi bergantung pada dropping air bersih setiap musim kemarau,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





