Jateng

Kronologi Kebakaran Rumah Mat Sakirin di Semarang, Damkar dari Kota Salatiga Sampai Dilibatkan

×

Kronologi Kebakaran Rumah Mat Sakirin di Semarang, Damkar dari Kota Salatiga Sampai Dilibatkan

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Rumah di Kabupaten Semarang
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan dalam peristiwa kebakaran rumah warga di di Dusun Gentan, Desa Tukang Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Rabu malam, 9 September 2026) malam. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peristiwa kebakaran rumah hunian keluarga Mat Sakirin (57), di Dusun Gentan, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terjadi pada Rabu malam, 9 September 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Seperti apa kronologi kebakaran rumah itu?

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran rumah Mat Sakirin itu. Akan tetapi terdapat nilai kerugian yang perkiraannya mencapai Rp 300 juta, setelah bangunan rumah berikut perabotan yang ada di dalamnya ludes terbakar.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Hisyam Alwi mengatakan, kronologi kebakaran rumah Mat Sakirin itu kali pertama yang melihat yakni salah satu penghuni.

“Yang pertama kali mengetahui kejadian yakni anak perempuan pemilik rumah sendiri. Namanya Yayuk,” katanya, melalui sambungan telepon, Kamis, 10 September 2026.

Kebakaran Rumah dari Satu Kamar Meluas

Hisyam merincikan, Yayuk mengetahui pertama kali ada kobaran api di salah satu kamar. Mengetahui hal itu, anak pemilik rumah itu segera meminta tolong warga untuk membantu memadamkan api.

“Upaya pemadaman api dengan menggunakan peralatan seadanya. Sebenarnya sudah ada upaya oleh pemilik rumah dengan warga lain membantu. Akan tetapi, api tetap sulit untuk padam,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hisyam mengatakan, kobaran api kian meluas ke ruangan lain di rumah Mat Sakirin di Kabupaten Semarang tersebut.

Melihat situasi itu, beberapa tetangga berinisiatif segera menghubungi nomor darurat layanan petugas damkar Kabupaten Semarang.

Petugas Damkar dari Salatiga Terlibat

Selanjutnya, kata Hisyam, upaya pemadaman api melibatkan petugas dari Damkar Kota Salatiga, Damkar Pos Tengaran, Damkar Pos Bringin, Damkar Pos Bawen, anggota kepolisian dan TNI, warga dan relawan.

“Kobaran api akhirnya dapat padam dan petugas segera melakukan proses pendinginan,” ucapnya.

Dia bilang, proses pemadaman dan pendinginan ini tuntas pada pukul 22.10 WIB. Atau tepatnya sekira satu jam setelah petugas pemadam kebakaraan menerima laporan.

Terkait kronologi dugaan penyebab kebakaran, Hisyam mengatakan, terjadi oleh adanyac korsleting pada instalasi kelistrikan.