SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengatakan, alasan menguburkan sekitar 50 ton ikan sapu-sapu yang menumpuk di Bendung Karet Sungai Juwana, Kabupaten Pati, belum lama ini.
Ahmad Luthfi bilang, penguburan ikan sapu-sapu tersebut untuk kesuburan tanah, dan menjaga ekosistem di lokasi Bendung Karet Sungai Juwana.
“Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan kegiatan itu untuk kesuburan tanah. Kedua, ini untuk ekosistem kita,” katanya, saat beritajateng.tv jumpai di Novotel Semarang, Selasa, 22 September 2026.
Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, bersama warga membersihkan sekitar 50 ton ikan sapu-sapu yang menumpuk di Bendung Karet Sungai Juwana, Kabupaten Pati.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah Endi Faiz Effendi, mengatakan, adanya pembersihan ikan invasif sapu-sapu yang matiatas instruksi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
BACA JUGA: Omzet Rp600 Juta Sejak 2022, Teaching Factory Kendal Buktikan Siswa SMK Bisa Kelola Bisnis
“Sesuai instruksi Bapak Gubernur, kami bersihkan,” kata Endi dalam keterangan resminya.
Pembersihan ikan sapu-sapu melibatkan warga sekitar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku pengelola sungai.
Endi mengatakan, bangkai ikan sapu-sapu yang menumpuk menimbulkan bau busuk dan mengganggu lingkungan. Karena itu, ada gotong royong dengan mengangkat ikan secara bertahap dari dasar bendung.
“Kemudian kami pindahkan ke sisi kiri bendung untuk penguburannya,” kata dia.
Langkah tersebut, sebagai tindak lanjut atas keluhan warga Kabupaten Pati yang terganggu dengan bau bangkai ikan sapu-sapu.
Warga Minta Pembukaan waduk untuk Aliri Sungai
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan, telah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.
Urip bilang, terdapat dua persoalan yang menjadi keluhan utama warga. Selain bau bangkai ikan sapu-sapu, warga meminta pembukaan kembali aliran air dari waduk.
Tujuannya, supaya sungai kembali tergenangi dan dapat menjadi manfaat untuk kebutuhan pengairan pertanian.
“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa jadi manfaat. Juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” katanya.
BACA JUGA: Awas Macet! Lokasi Perbaikan Jalan Tol Semarang ABC Tersebar di Beberapa Titik
Untuk mengatasi bau bangkai, kata Urip, Pemprov Jateng bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kemudian sepakat memindahkan dan mengubur bangkai ikan di sekitar Bendung Karet.
Dia memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar sepekan. Alasannya perlu mendatangkan alat berat untuk menggali lahan penguburan.
Sementara untuk persoalan aliran air bagi pertanian, Urip mengatakan, masih perlu berkoordinasi dengan instansi yang berwenang.
“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” katanya.
Editor: Diaz A Abidin





