Opini

Lailatul Qadar 2023, Siap Menyambutnya?

×

Lailatul Qadar 2023, Siap Menyambutnya?

Sebarkan artikel ini
lailatul qadar 2023
Ilustrasi. Kemulian malam lailatul qadar karena banyaknya keberkahan didalamnya. Kapankah malam lailatul qadar 2023? Sumber: freepik.

SEMARANG, beritajateng.tv – Umat Muslim di seluruh dunia sangat menunggu kedatangan bulan Ramadhan. Selain bulan penuh ampunan, bulan Ramadhan juga memiliki malam yang sangat spesial, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Tak heran jika banyak umat muslim yang memburu malam lailatul qadar. Lantas, kapankah malam lailatul qadar 2023?

Lailatul qadar sebagai malam kemuliaan adalah malam yang sangat penting dalam agama Islam. Salah satu hikmah kemuliaan malam ini yakni turunnya Al-Qur’an. Umat muslim percaya bahwa pada malam ini, ayat-ayat pertama Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad oleh Malaikat Jibril. Maka dari itu, malam ini menjadi malam yang penuh berkah. Segala kebaikan pada malam ini akan berlipat ganda pahalanya. Sebagaimana dalam Q. S. Al-Qadr: 1-4. Maka sangat merugi apabila tidak memaksimalkan malam Ramadhan untuk mendapatkan lailatul qadar 2023.

Umat muslim biasanya menghabiskan malam dengan berdoa, membaca Al-Quran, dan memohon ampunan atas dosa-dosa mereka.

Prediksi Lailatul Qadar 2023

Meskipun tanggal pasti lailatul qadar 2023 tidak dapat kita ketahui secara pasti, tetapi Rasulullah Saw mengarahkan agar umat muslim mencari malam lailatul qadar pada salah satu malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, atau ke-29. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

Diceritakan oleh Aisyah (RA) bahwa Rasulullah (SAW) mengatakan:

“Carilah malam lailatul qadar di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”

(H.R. Bukhari)

Pertanyaannya, mengapa malam lailatul qadar 2023 tidak dijelaskan secara pasti kapan terjadinya? Menjawab pertanyaan tersebut, Imam Fakhru ar-Razi dalam Tafsir Mafatih al-Ghaib mentafsirkan hikmah tersembunyinya malam lailatul qadar. Ar-Razi berkata:

“Allah merahasiakan jatuhnya malam lailatul qadar sebagaimana Dia merahasiakan perkara-perkara lainnya (seperti rejeki, kelahiran dan kematian) adalah bahwa Dia merahasiakan ridanya atas ketaatan kaum muslim agar mereka istiqomah beribadah dalam sebulan penuh untuk mendapatkan malam yang keutamaannya melebihi seribu bulan. Allah juga menyembunyikan waktu-waktu mustajabnya doa agar hamba-Nya tidak berhenti berdoa.”

Lantas, apa yang dapat kita lakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan?

Amalan-amalan atau ibadah sunah yang bisa kita amalkan pada malam terakhir Ramadhan yakni sebagai berikut.

5 Amalan Sunah Menyambut Malam Lailatul Qadar 2023

1. Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Kualitas dan kuantitas ibadah selama sepuluh malam terakhir haruslah semakin meningkat. Semangat beribadah dapat terlihat dari keaktifan menghidupkan malam-malam Ramadhan. Salah satu amalan yang bisa menghidupkan malam Ramadhan yakni memperbanyak membaca Al-Qur’an dan dzikir.

Dalam riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ –

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR Bukhari nomor 2024 dan Muslim: 1174).

2. Mengamalkan Doa Malam Lailatul Qadar

Dalam riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

‘Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti ku ucapkan?’ Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNI, (Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, menghapus kesalahan, karenanya maafkanlah aku, hapuslah dosa-dosaku).”

Maksimalkan Ibadah Malam

3. Melakukan Sholat Malam

Jika ingin memburu lailatul qadar 2023, maka salah satu amalan yang bisa kita lakukan yakni ibadah di sepertiga malam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari nomor 1901)

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani rahimahullah mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya (Lihat Fath Al-Baari, 4:251).

4. Menghadiri Sholat Subuh dan Isya Berjamaah

Sebagaimana oleh Imam Asy-Syafi’i melalui kitab Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan:

أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ

Artinya: “Menghidupkan malam lailatul qadar itu bisa dengan melaksanakan Sholat Isya berjamaah dan bertekad melaksanakan Sholat Subuh secara berjamaah.”

Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan:

مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Artinya: “Siapa yang menghadiri sholat berjamaah pada malam lailatul qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam lailatul qadar tersebut.”

(HR Tirmidzi nomor 3513 dan Ibnu Majah: 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan sahih. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan hadis ini sahih).

5. Beramal Salih dan Ibadah Semaksimal Mungkin

Jangan menunggu hingga malam ke-27 untuk memperbanyak amal salih dan beribadah semaksimal mungkin. Sebab, seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi target kaum Muslimin. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai kesempatan meraih lailatul qadar terlewati begitu saja. Memperbanyak amalan kepada Allah (sholat, dzikir) dan amalan sunah kepada sesama manusia (sedekat, infak, dan lain-lain).

Maka dari itu, mari hidupkan malam Ramadhan dengan maksimal dan khusyuk. Jangan sampai lailatul qadar 2023 terlewat begitu saja (*).

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp