SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu sore, 4 Maret 2026, menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai wilayah.
Dalam waktu singkat, sedikitnya lebih dari 80 titik pohon roboh dan menimbulkan gangguan di sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum.
Pemerintah Kota Semarang langsung mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan akses jalan yang sempat tertutup.
Penanganan oleh BPBD Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satpol PP, relawan, serta warga setempat.
Data sementara menunjukkan titik terdampak tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr Cipto, Jalan S Parman, Jalan Soekarno Hatta, kawasan Kota Lama, hingga wilayah Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.
Di beberapa titik seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo bahkan tercatat lebih dari satu pohon tumbang.
Kepala Dinas Perkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan langkah pencegahan sejak beberapa bulan terakhir. Dengan melakukan perempelan dan perapian pohon yang rawan tumbang.
“Kami sudah melakukan tindakan preventif seperti merapikan dan memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Terutama di kawasan ring satu dan ring dua yang padat aktivitas masyarakat,” ujar Pipie, sapaan akrabnya.
BACA JUGA: Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Pohon di 30 Titik Kota Semarang, Timpa Mobil Hingga Rumah Warga
Namun ia mengakui, kondisi cuaca ekstrem sulit di prediksi sehingga risiko pohon tumbang tetap bisa terjadi.
“Angin kencang ini tidak bisa kita prediksi. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati. Saat hujan deras dan angin kencang sebaiknya tidak bepergian jika tidak mendesak,” katanya.
Selain faktor cuaca, kondisi pohon juga dapat melemah akibat berbagai aktivitas manusia. Pipie mencontohkan kebiasaan memaku batang pohon untuk memasang banner atau reklame yang dapat merusak struktur pohon.





