SALATIGA, beritajateng.tv – Dua karyawan warung bakso dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga akibat luka bakar yang dialaminya. Luka bakar ini karena ledakan saat mereka bermaksud menyalakan kompor gas untuk memanaskan air, Jumat, 14 Maret 2025 pagi.
Informasi dari jajaran Polres Salatiga menyebutkan, kedua korban merupakan karyawan warung Bakso Utomo, di Jalan Tingkir Raya Kecamatan Tingkir.
“Masing-masing atas nama Danar Asuh Pambudi (29) dan Fendi Dwi Prasetyo (28), warga Kabupaten Wonogiri,” ungkap Plh. Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo.
BACA JUGA: Hujan Deras Seharian, Jembatan Penghubung Antar Desa di Randublatung Blora Ambrol
Kronologi Insiden Ledakan Kompor Gas
Menurut Sutopo, peristiwa ledakan kompor gas bermula saat kedua karyawan ini sedang menyiapkan berbagai keperluan untuk membuka warung bakso, sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban Danar Asuh Pambudi bermaksud menyalakan kompor gas untuk memanaskan air. Ternyata, isian tabung gas habis sehingga ia pun mengganti dengan tabung baru yang masih penuh.
Saat tabung telah terpasang dan hendak menyalakan kompor, tiba-tiba terjadi ledakan hingga muncul kobaran api yang menyambar Danar dan sejumlah barang yang ada di sekitar kompor.
Mengetahui api berkobar, spontan Fendi datang dan mencoba memberikan pertolongan dan menyelamatkan Danar dari kobaran api yang membesar.
BACA JUGA: Luapan Sungai Tuntang Grobogan Sampai ke Semarang, SDN Tambakrejo 01 Banjir 20 Sentimeter
Kobaran api semakin membesar, keduanya segera meminta bantuan kepada warga lain yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.
Api yang semakin berkobar di warung bakso ini akhirnya bisa dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Salatiga tiba di lokasi kejadian.
“Namun karena mengalami luka bakar kedua karyawan tersebut segera dilarikan ke RSUD Kota Salatiga untuk mendapatkan pertolongan medis,” jelasnya.
Sutopo juga menyampaikan, berdasarkan keterangan dari dokter IGD RSUD Kota Salatiga, korban Danar mengalami luka bakar hingga 31,5 persen.





