SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota Satresnakorba Polrestabes Semarang, Aipda Robig menembak pelajar SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy dengan senjata api (senpi) berjenis Custom Defense Package (CDP).
Hal tersebut terungkap dari Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto saat mengonfirmasi senpi apa yang Aipda Ropig gunakan saat menembak Gamma.
“(Senapan api) Jenisnya CDP. Yang revolver,” ungkap Artanto kepada beritajateng.tv, Rabu, 4 Desember 2024.
Artanto kemudian menunjukkan gambar sebuah senpi berjenis CDP revolver. Dari gambar itu, senpi Aipda Ropig gunakan adalah CDP revolver berlaras pendek dengan 6 buah peluru.
BACA JUGA: Minta Maaf soal Kasus Polisi Tembak Mati Gamma, Kapolrestabes: Siap Terima Konsekuensi
Namun, Artanto masih enggan untuk menyebutkan jenis peluru yang Aipda Ropig gunakan saat menembak Gamma. Sebab masih menunggu hasil penyelidikan.
“Belum tahu saya kalau soal itu (jenis peluru). Nanti akan di sebut dalam hasil penyelidikan,” tambahnya.
Pastikan anggota bersenjata telah lewati tes khusus
Lebih lanjut, Artanto menegaskan jika setiap anggota kepolisian telah melewati tes khusus sebelum dibekali senjata api. Termasuk tes kemampuan dalam mempergunakan senjata api.
Hanya saja, Artanto mengakui jika selama ini belum ada update khusus atau pelatihan untuk menambah keterampilan anggota dalam mempergunakan senjata api.
“Pada prinsipnya anggota yang memiliki senjata api ya sudah memiliki kemampuan tersebut. Nah, ini perlu dilakukan update dan dilakukan pelatihan-pelatihan supaya mereka akan terampil penggunaan senjata,” paparnya.
Sebelumnya, Kabid Propam Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Pol Aris Supriyono mengakui jika Aipda Ropig melepaskan empat pelu saat insiden penembakan Gamma.
BACA JUGA: Mengaku Bukan Gangster, Teman Korban Tewas Siswa SMKN 4 Semarang: Ada Orang Nodong Pistol
Satu dari empat tembakan itu yang kemudian terkena tubuh Gamma hingga akhirnya Gamma tewas.
“Bahwa kejadian membenarkan bahwa kejadian tersebut, penembakan tersebut yang dilakukan oleh saudara Aipda RZ Sebanyak empat kali pada 24 November pukul 00.22 di depan Alfamart Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang,” kata Aris saat menghadiri pemanggilan Komisi III DPR RI, Selasa, 3 Desember 2024. (*)
Editor: Farah Nazila





