SEMARANG – Massa aksi Jateng Guyub berniat malakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Semarang. Hal ini lantaran mendapat penolakan untuk berdialog terkait rencana pemerintah pusat untuk memulai proyek eksplorasi geotermal di Gunung Ungaran.
Rencana itu terungkap setelah rombongan aksi jalan kaki dari Candi Gedongsongo berniat transit sekaligus menyampaikan aspirasi kepada Bupati Semarang.
Koordinator Jateng Guyub, Exi Wijaya mengatakan, rencana transit itu ada sejak Selasa 22 September 2026. Dia mengaku sudah membangun komunikasi.
Akan tetapi, kata dia, pihak Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Semarang tidak mengizinkan rombongan komunitas Jateng Guyub untuk transit dan berdialog dengan Bupati Semarang.
BACA JUGA: Proyek Geotermal Gunung Ungaran Belum Dimulai, Warga Sudah Cemaskan Sumber Mata Air hingga Longsor
“Kami sangat kecewa. Kantor bupati juga rumah rakyat tetapi niat baik kami ditolak,” katanya, di depan Kantor Bupati Semarang, Rabu sore, 23 September 2026.
Exi Wijaya bilang, tidak tahu alasan penolakan tersebut. Oleh karena pejabat di Setda Kabupaten Semarang yang berkomunikasi dengan tim Jateng Guyub juga tidak menyampaikan alasan dengan jelas.
Exi Wijaya mengatakan, mengatakan dia berkomunikasi dengan salah seorang pejabat di kingkungan Setda Kabupaten Semarang.
“Kami sejak semalam sudah membangun komunikasi dengan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Semarang, namanya Zaenal Arifin,” katanya.
Tolak Proyek Geotermal Gunung Ungaran
Akan tetapi, kata dia, hal ini tidak menyurutkan semangat komunitas Jateng Guyub. Khususnya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat menolak proyek geotermal Gunung Ungaran.
Exi Wijaya bilang, tidak menutup kemungkinan setelah aksi di kantor Gubernur Jawa Tengah nanti. Massa Jateng Guyub juga akan menggelar aksi di kantor Bupati Semarang.
“Jateng Guyub siap mengepung kantor Bupati Semarang. Oleh karena rencana proyek geothermal Gunung Ungaran ini ada di wilayah Kabupaten Semarang,” katanya





