“Ini satu porsi bisa untuk satu keluarga, empat orang. Bahkan besoknya kami makan lagi masih enak. Jadi setiap Ramadan memang harus ke sini,” ujarnya.
Di tengah modernisasi kuliner, Bubur India Pekojan menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup selama ada generasi yang menjaga. Aroma rempah yang mengepul dari dapur masjid setiap Ramadan seakan menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak selalu tersimpan di museum, tetapi juga di piring sederhana saat waktu berbuka tiba. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





