Ekbis

Libur Lebaran, Pusat Oleh-oleh Pandanaran Semarang Diserbu Pemudik

×

Libur Lebaran, Pusat Oleh-oleh Pandanaran Semarang Diserbu Pemudik

Sebarkan artikel ini
pusat oleh-oleh pandanaran | oleh-oleh khas semarang
Pusat oleh-oleh Pandanaran, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mudik rasanya kurang lengkap jika belum membawa buah tangan atau oleh-oleh dari kampung halaman. Meningkatnya jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini sekaligus menjadi berkah bagi penjual oleh-oleh di sejumlah daerah yang menjadi tujuan mudik.

Seperti halnya pusat oleh-oleh Pandanaran Semarang yang berlokasi di Jalan Pandanaran. Menurut pantauan awak beritajateng.tv pada Selasa (25/4/2023) di sana tampak padat oleh pengunjung yang hendak membeli oleh-oleh.

Terlihat mobil-mobil dengan plat nomor luar daerah mengantri untuk masuk ke toko oleh-oleh yang ramai oleh pengunjung.

Tidak hanya toko, oleh-oleh yang tampak di pinggir jalan juga tak luput dari pemudik yang hendak membawa pulang makanan khas Semarang.

Salah satu toko legendaris yang menjual bandeng presto kedapatan penuh oleh pengunjung. Puluhan pak bandeng presto pun pengunjung bawa keluar.

Tidak hanya bandeng, berbagai oleh-oleh pelengkap lain seperti tahu bakso, kue mochi, asinan, dan cemilan lain juga jadi favorit.

Saat toko oleh-oleh tengah ramai, kami berkesempatan untuk mewawancari pegawai Bandeng Presto yang saat itu sedang menyusun snack dan berbagai cemilan di rak.

“Biasanya toko kalau weekend saja sudah ramai, waktu libur Lebaran ini jadi semakin ramai, bahkan ramai banget,” ujar Adelia kepada awak beritajateng.tv, Selasa (25/4/2023).

Pusat Oleh-oleh Pandaran Semarang Larang Pegawai Berlibur

Menurut keterangannya, toko oleh-oleh yang menawarkan bandeng presto sebagai menu andalannya tersebut tidak memperbolehkan pegawainya berlibur saat peak season libur Lebaran 2023.

Meskipun begitu, ia mengaku tidak ada penambahan pegawai ataupun jam operasional. Setiap shift terdapat 5 (lima) pegawai yang siap berjaga.

“Kita buka dari jam 07.00 pagi sampai jam 10.00 malam, sebenarnya pengunjung sudah mulai banyak itu waktu masih puasa, pas puasa-puasa akhir lah,” imbuhnya.

Adelia mengaku, satu pengunjung yang datang bisa membeli 20 hingga 30 pak bandeng presto. Selama libur Lebaran, toko ini menutup pesanan untuk bandeng presto. Hal itu karena banyaknya permintaan yang datang dari pengunjung yang datang ke toko.

“Biasanya banyak (jumlah bandeng yang terjual), bandeng itu bisa kejual ribuan bandeng per hari, masih jadi kuliner yang dicari oleh-oleh,” ungkap Adelia.

BACA JUGA: Sajian Nusantara Menggugah Selera di Aston Inn Pandanaran

Selain menjajakan bandeng presto, mereka juga menawarkan berbagai kudapan lain. Misalnya lunpia, kue mochi, wingko, kerupuk, dan berbagai kerupuk terpajang rapi untuk dipilih pengunjung.

Jumlah pemudik yang mengalami peningkatan ini berbanding lurus dengan peningkatan penjualan di toko oleh-oleh. Tak heran, pusat oleh-oleh Pandanaran Semarang ini tidak pernah sepi pengunjung meski telah mendekati hari kerja. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp