Gaya Hidup

Lika-liku Chef Hotel saat Ramadhan, Paling Sibuk saat Buka Puasa hingga Tetap Bekerja selama Lebaran

×

Lika-liku Chef Hotel saat Ramadhan, Paling Sibuk saat Buka Puasa hingga Tetap Bekerja selama Lebaran

Sebarkan artikel ini
chef hotel grand arkenso semarang
Executive Chef Hotel Grand Arkenso Semarang, Zulkarmin saat menyiapkan hidangan berbuka puasa. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di balik gegap gempita bulan Ramadan, ada sebagian pekerja yang justru kerja lembur bagai kuda. Salah satunya chef hotel.

Pasalnya, saat bulan Ramadhan hotel akan membuka layanan buka puasa bersama. Pada saat itulah para chef hotel dituntut untuk menyajikan hidangan yang terbaik.

Kepada beritajateng.tv, Executive Chef Hotel Grand Arkenso Semarang, Zulkarmin berbagi kisahnya. Tiap hari, ia harus menyiapkan lebih dari 50 menu berbuka puasa.

Saat bulan Ramadhan ini, kata dia, proses memasak dimulai dari jam 16.00 WIB. Sehingga,sebagian chef tidak bisa mencicipi rasa makanan karena melaksanakan ibadah puasa.

Zulkarmin menyebut, untuk menyiasatinya, ia akan membuat takaran bumbu di masing-masing resep. Bahkan, beberapa tahap memasak seperti marinasi daging dilakukan sejak semalam demi rasa yang lebih pas.

BACA JUGA: Simple Buat Buka Puasa! Ini Resep Sapi Lada Hitam ala Chef Senior Hotel Grand Arkenso Semarang

Namun demikian, kebanyakan chef tetap tidak bisa langsung menyantap makanan saat waktu berbuka puasa tiba. Mereka tentu harus lebih dulu mendahulukan tamu hotel.

“Kita sudah terbiasa harus standby sambil cek-cek mana yang harus refill. Yang penting minum dulu, kalau makannya setelah semua selesai, sekitar jam 7 sampai setengah 8 baru bisa makan,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui, beberapa waktu yang lalu.

Zulkarmin menyadari, waktu berbuka puasa sangat singkat yaitu sekitar 1 sampai 1.5 jam saja. Oleh karenanya, di rentang waktu itulah para juru masak hotel harus benar-benar all out melayani tamu.

Mulai dari memasak, menyajikan, hingga merapikan piring dan gelas. Meski begitu, ia mengaku sangat menyukai segala kesibukan dapur saat bulan Ramadhan ini.

“Begitu memasak, waktu buka puasa selesai itu makanan habis, ini yang disuka, kalau makanan kita cepet abis kita sebagai seorang chef itu merasa bangga,” katanya.

Tak pulang saat lebaran

Selain menunda waktu berbuka puasa, chef hotel juga menjadi salah satu profesi yang tidak libur saat lebaran nantinya. Zulkarmin mengaku terbiasa tidak bisa menikmati momen lebaran bersama keluarga.

BACA JUGA: Minggu Kedua Ramadhan, Minat Bukber Hotel di Semarang Meningkat Karena Ini

Sebagai chef ‘in house’ hotel, ia tinggal sehari-hari di kamar hotel. Segala aktivitas ia lakukan di hotel. Ia sendiri telah menggeluti profesi ini selama lebih dari 30 tahun.

“Ini risikonya kerja di bidang hospitality, orang lain liburan kita melayani orang liburan. Lebaran, tahun baru, itu malah ramai-ramainya, apalagi kita di produk,” ucap Zulkarmin. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp