“Setidaknya lebih eye catching, mudah dibaca dan tidak menimbulkan interpretasi lain seperti tadi dikatakan mirip logo virus Corona,” katanya.
Lebih dari itu pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) ini juga berharap ada movement dari komunitas untuk memberikan sumbangan ide dan pemikiaran terkait logo city branding.
“Bisa jadi itu merupakan bentuk kontribusi dan kepedulian kita terhadap Kota Semarang yang kita cintai. Ada atau tidak ada reward, kita tetap dapat memberikan kontribusi kita sekaligus berharap logo branding itu bisa digunakan sampai puluhan tahun mendatang,” pungkasnya. (Ak/El)





