JAKARTA, beritajateng.tv – Prof. Dr. Mohammad Mahfud Mahmodin atau Mahfud MD, menyinggung soal Presiden Prabowo Subianto yang kerap menerima data berbeda dari kenyataan di lapangan.
Politikus tersebut menilai, belakangan ini Prabowo mulai menunjukkan ketegasan dan konsistensi, terutama sejak akhir Agustus 2025. Ia berharap kondisi itu terus berlanjut dan presiden lebih cepat merespons masukan dari masyarakat.
“Mudah-mudahan Pak Presiden konsisten tegas seperti sekarang ini. Karena sebelumnya, masukan dari masyarakat seolah tidak sampai. Bisa jadi bawahannya tidak menyampaikan atau salah mengolah data,” ujar Mahfud dalam podcast Denny Sumargo, Jumat 12 September 2025.
BACA JUGA: Mahfud MD Tanggapi Kasus Ferry Irwandi: Aspirasi Publik Bukan Fitnah Militer
Menurut Mahfud, perbedaan data kerap terjadi dalam isu pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, hingga protes publik. Ia mencontohkan, data yang disampaikan presiden terkadang berbeda dengan perhitungan para akademisi maupun publik.
“Masalahnya bukan di presiden, tapi di bawahannya yang memberikan data tidak sesuai. Sehingga informasi yang presiden terima jadi berbeda dengan fakta,” tegas Mahfud.
Luhut Ingatkan Soal Data Bohong
Mahfud juga menyinggung pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang meminta para pejabat tidak memberi data bohong kepada presiden. Ia menyebut peringatan tersebut sejalan dengan harapan masyarakat agar kebijakan negara berbasis informasi yang benar.
“Satu informasi harus benar dan bersih. Kalau datanya bohong, keputusan presiden bisa salah. Itu berbahaya, karena bisa digoreng-goreng pihak lain,” jelas Mahfud.
BACA JUGA: Prabowo Minta Demo Izin dan Berhenti Jam 6 Sore, Netizen: Keren, Demokrasi di Jam Kerja
Di akhir diskusi, Mahfud kembali menegaskan pentingnya komunikasi cepat antara presiden dan masyarakat. Dengan begitu, setiap keputusan yang diambil Prabowo bisa tepat sasaran.
“Ini bukan hanya pesan saya, tapi pesan rakyat Indonesia. Kita semua berharap presiden sehat selalu, tegas, dan konsisten dalam mendengar aspirasi rakyat,” tutupnya. (*)





