“Kita harus jadi generasi siap mental. Kalau sekarang mengadu ke orangtua justru gurunya dilaporkan pidana. Seperti halnya kasus guru Supriyani, yang lagi viral, saya sesalkan tindakan itu,” beber Joko.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMKN 2 Semarang, Sumarjo, berharap penyuluhan ini dapat memberikan dampak positif bagi anak didiknya. Terlebih, dengan materi bullying dan kenakalan remaja.
BACA JUGA: Lestarikan Budaya, Guru Sekolah Mataram Semarang Berlomba-lomba Belajar Karawitan Usai Mengajar
Ia mengakui, dua masalah tersebut masih sering terjadi di kalangan remaja.
“Saya harap materi ini dapat membekas pada anak-anak kami, sehingga dapat mencegah para pelajar untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti mem-bully dan tindak kenakalan remaja,” pungkas Sumarjo. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





