Ia menilai Kopdes juga memiliki peluang memperkuat posisi masyarakat desa dalam mengakses pasar.
BACA JUGA: Kisah Mistis Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Kuburan di Jawa Tengah, Tukang Nyaris Jadi Tumbal
“Kalau masyarakat mampu memproduksi tetapi kesulitan memasarkan, koperasi bisa menjadi penghubung dengan pasar. Dengan begitu, posisi tawar anggota juga bisa lebih kuat,” katanya.
Febri mencontohkan ketika desa memiliki banyak petani, koperasi tidak cukup hanya menyediakan pupuk atau kebutuhan produksi. Manajer dapat mengonsolidasikan kebutuhan anggota, membantu meningkatkan standar produksi, menampung hasil panen, mencari pembeli hingga mengatur ԁistribusi.
Dengan pola tersebut, koperasi dapat terlibat dalam rantai ekonomi mulai dari penyediaan kebutuhan produksi hingga pemasaran hasil, sehingga nilai tambah dari aktivitas ekonomi masyarakat dapat lebih banyak berputar di desa.
Selain kemampuan bisnis, menurut ԁia, manajer Kopdes harus memiliki kemampuan mengelola keuangan. Hal itu mencakup penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas, pencatatan transaksi, pengendalian biaya, dan analisis kelayakan usaha.
Manajer juga perlu membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perbankan, ԁistributor, pelaku usaha, hingga offtaker untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan.
“Manajer harus mampu membangun jaringan. Koperasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa kemitraan,” ujarnya.
BACA JUGA: 70 Persen Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang Sudah Ada Manajer
Febri menambahkan kemampuan ԁigital juga menjadi kebutuhan dalam pengelolaan Kopdes, terutama untuk pencatatan keuangan, pengelolaan inventori, pembayaran, pemasaran, dan pelaporan.
Sementara dari sisi kualifikasi, ԁia menilai seorang manajer Kopdes tidak cukup hanya memiliki latar belakang pendidikan tertentu. Kemampuan manajemen, bisnis, keuangan, pemahaman tentang koperasi, kepemimpinan, komunikasi, dan integritas juga menjadi faktor penting.
“Yang paling penting adalah kombinasi antara kemampuan bisnis dan pemahaman terhadap prinsip koperasi. Serta integritas dalam mengelola usaha dan keuangan,” katanya.
Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat berkembang menjadi institusi ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat kepada anggota dan masyarakat. Bukan sekadar menjalankan fungsi administratif.





