“Mobil teman-teman datang ke lapangan. Kalau ada isu penyakit, langsung dicek, dilaporkan, dan kami cari cara menyelesaikannya,” terang Tavares.
Untuk mendukung pengawasan se-Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kabupaten/kota, Dinas Pertanian dan Peternakan juga menyiapkan pos-pos pemantauan kesehatan hewan.
Terkait jenis hewan yang dipantau, Tavares menyebut cakupannya cukup luas; mulai dari unggas, ruminansia seperti sapi dan kambing, sampai hewan peliharaan seperti kucing.
“Kami ada pos-pos di sejumlah titik untuk pemantauan kesehatan. Sekarang ini pertanian dan peternakan sudah digabung, jadi teman-teman saling belajar, saling tukar, supaya bisa saling membantu. Kami juga punya klinik dan laboratorium,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





