Jateng

Mbak Ita Isi Cuti Bersama Lebaran dengan Sidak dan Cari Solusi Wilayah Tergenang di Semarang

×

Mbak Ita Isi Cuti Bersama Lebaran dengan Sidak dan Cari Solusi Wilayah Tergenang di Semarang

Sebarkan artikel ini
Mbak Ita Isi Cuti Bersama Lebaran dengan Sidak dan Cari Solusi Wilayah Tergenang di Semarang
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau Rumah Pompa Plamongan Indah Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Cuti bersama libur Lebaran 2024 digunakan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk meninjau sejumlah lokasi di Kota Semarang yang sering terjadi genangan-genangan.

Seperti yang di Perumahan Plamongan Hijau, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Minggu 14 April 2024.

“Saya memang mengecek semua tempat-tempat yang sering terjadi genangan di Kota Semarang. Walaupun tadi masyarakat dan tokoh-tokoh menyampaikan bahwa genangan hanya terjadi sebentar. Sehingga perlu langkah-langkah penyelesaian,” ujar Mbak Ita, sapaannya usai melakukan tinjauan cuti bersama Lebaran di Rumah Pompa Plamongan Indah Semarang.

Hasil dari inspeksi mendadak (sidak) yang Mbak Ita lakukan menemukan sejumlah permasalahan yang menyebabkan genangan.

“Saya lihat memang kapasitas pompa ini tidak sebanding dengan air yang datang. Apalagi betul dugaan saya, di sini kan banyak perumahan perumahan baru,” kata dia.

Menurut Mbak Ita, perlu update kapasitas pompa di Rumah Pompa Plamongan Indah. Termasuk perluasan kolam retensi di area tersebut.

“Dulu mungkin pada saat perumahan hanya Plamongan Hijau saja (kapasitas pompa, Red) cukup. Tapi semakin ke barat ini kan semakin banyak perumahan-perumahan. Ini tentunya menambah beban air yang menumpuk di Rumah Pompa Plamongan Indah,” sebutnya.

Apalagi, kata Mbak Ita, dari pengembang juga menyebut air dari Jalan Majapahit masuknya ke Rumah Pompa Plamongan Indah juga.

“Sekarang kapasitas rumah pompa Plamongan Indah eksisting hanya 350liter perdetik. Sedangkan yang dibutuhkan mencapai 1000 liter per detik. Sehingga masih ada kekurangan 650 liter per detik. Ini jelas perlu kapasitas yang besar atau perlu pembangunan kolam retensi dengan lebih luas,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, muncul perumahan-perumahan baru yang saluran airnya tidak terintegrasi dengan saluran yang sudah ada. “Nah saluran salurannya tidak ‘nyekrup’ antara perumahan satu dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Segera Rapatkan Hasil Sidak

Mbak Ita mengaku akan segera melakukan rapat koordinasi terkait hasil sidak dan tinjauan di titik-titik genangan.

BACA JUGA: Mbak Ita Gelar Open House di Balaikota, Warga Antre Salaman

“Besok saat masuk kerja, Insyallah kami akan mengadakan rakor (Rapat koordinasi) dengan OPD baik dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum). Termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman karena perumahan ini terkena imbas genangan. Apalagi perumahan ini sudah diserahkan ke Pemkot, sehingga ini menjadi beban atau tanggung jawab dari Perkim,” bebernya.

Dinas terkait lainnya, kata Mbak Ita, ada Dinas Tata Ruang yang akan meninjau ulang perizinan termasuk memasukkan desain saluran dalam izin.

“Saya minta Dinas Tata Ruang harus bisa mengintegrasikan ‘nyekrup’ saluran-saluran. Jadi tidak hanya untuk izin perumahan tapi meminta calon pengembang mengatur saluran-saluran agar terintegrasi dengan saluran eksisting,” katanya.

“Ini semua harus terintegrasi, termasuk dinas lain seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup) bahkan Inspektorat. Karena ini anggaran kan harus sesuai ketentuan. Kami Nawaitu-nya ingin membantu percepatan, tetapi ada kisi kisi aturan yang harus terpenuhi. Termasuk untuk penanganan banjir dan longsor,” jelasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp