Hukum & Kriminal

Mbak Ita Minta Dinas Gencarkan Sosialisasi Larangan Konsumsi Daging Anjing

×

Mbak Ita Minta Dinas Gencarkan Sosialisasi Larangan Konsumsi Daging Anjing

Sebarkan artikel ini
Walikota: Boleh Berbagi Takjil Asal Tak Ganggu Lalu Lintas di Semarang
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan larangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terkait konsumsi daging anjing.

Hal ini berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2022 yang mengatur Tentang Keamanan Pangan.

Menurutnya, daging anjing tidak layak untuk di konsumsi karena bukan termasuk hewan ternak dan harus ada larangan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada dinas terkait untuk gencar melakukan sosialisasi dan penanganan peredaran daging anjing.

BACA JUGA: Gandeng Aktivis Hewan, Polrestabes Semarang Bekuk Truk Pengangkut Anjing Ilegal di Tol Kalikangkung

“Sudah ada Perdanya. Kita akan lebih gencar sosialisasikan ke kecamatan, kelurahan, dan masyarakat. Untuk larangan istilahnya daging non-pangan,” ujarnya di sela acara Pak Rahman dan Pembagian Sertifikat Program PTSL di TBRS Semarang, Senin 8 Januari 2024.

Lebih lanjut, Mbak Ita mengapresiasi Polrestabes Semarang yang mampu menggagalkan pengiriman 226 anjing di GT Kalikangkung pada Sabtu 6 Januari 2024 malam.

Ia menilai pengungkapan ini adalah komitmen Polrestabes Semarang dalam mendukung larangan peredaran daging anjing.

Mbak Ita berharap, sinergitas antara kepolisian dengan Pemkot Semarang bisa terus berjalan.

“Polrestabes selalu berkoodinasi dengan Dinas Pertanian. Kemarin mendapat update dari Pak Hernowo (Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang-red) sekarang anjing sedang dalam penampungan. Tapi rencananya akan di pindah karena penampungannya panas dan pengap,” bebernya.

Terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, saat ini sudah ada lima orang yang pihaknya amankan. Terkait kasus pengiriman ratusan anjing jagal yang akan mereka kirim ke wilayah Solo Raya dari Jawa Barat tepatnya di Subang.

Bekerja sama dengan Animals Hope Shelter, pihaknya akan ikut memantau proses penanganan pertolongan terhadap hewan mamalia tersebut.

“Pihak Polrestabes Semarang akan ikut memantau proses penanganan pertolongan  oleh komunitas pecinta satwa Organisasi pencinta hewan,“ imbuhnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp