Jateng

Mbak Ita: Semarang 10K, Ajang Sport Tourism dan Upaya Tingkatkan Perekonomian

×

Mbak Ita: Semarang 10K, Ajang Sport Tourism dan Upaya Tingkatkan Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Semarang 10K Sport Tourism
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) membuka ajang Sport tourism Semarang 10K di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu 10 Desember 2023. (Ellya/bsritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Semarang 10K jadi ajang sport tourism memperkenalkan Kota Semarang sekaligus menambah perekonomian Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Acara Sport Tourism Semarang 10K ini berlangsung pada Minggu 17 Desember 2023 dengan titik start halaman Balai Kota Semarang.

Total ada sekitar 2.100 pelari dari berbagai daerah bahkan luar negeri yang berpartisipasi untuk memenangkan total hadiah Rp 424 juta.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang terlibat dalam event ini membuka peluang untuk pelaksanaannya ke depan lebih besar.

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut banyak pelari-pelari yang antusias untuk mengikuti Semarang 10K ini.

Dari informasi, pendaftaran Semarang 10K sudah penuh hanya dengan waktu kurang dari 4 menit. Bahkan banyak orang yang bertanya-tanya apakah ada akses untuk bisa mendapatkan label peserta Semarang 10K.

Oleh karena itu, ia berkeyakinan jika event Semarang 10K ini bisa berlangsung dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Beberapa opsi juga sudah terlintas untuk membuat perlombaan Semarang 10K ini jauh lebih meriah.

“Jadi memang saat ini masih menyesuaikan tempat. Tapi nanti insya-Allah kalau di Simpanglima bisa lebih banyak. Tadi sudah ada beberapa alternatif yang sudah kita diskusikan dan kalau memang mencapai 5000 peserta. Bisa menjadi dampak yang luar biasa bagi Kota Semarang,” ujar Mbak Ita sapaan akrabnya usai pelaksanaan Semarang 10K.

Ajang Sport Tourism Semarang 10K

Lebih lanjut, ia awalnya ragu dalam melaksanakan Semarang 10K. Hal ini karena berkaitan dengan masa-masa kampanye yang sudah berlangsung. Namun dengan kerja sama yang apik dengan stakeholder, event ini bisa aman dari gangguan-gangguan yang ia khawatirkan.

“Sebenarnya kita sempat pesimis, karena dengan waktu yang mepet kita intens yang persiapan-persiapan itu di bulan November. Karena saat itu kita masih menentukan jadwal dan apakah di masa-masa kampanye ini boleh. Makanya tadi mau November tapi kita bismillah saja terselenggara di Desember sebagai penutup tahun juga,” ucap dia.

Di sisi lain, Mbak Ita mengaku jika Semarang 10K juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Jawa Tengah. Selain mengikuti lomba lari, banyak pendatang dari luar kota yang juga memanfaatkan momentum ini untuk menikmati kuliner dan wisata di Kota Semarang.

“Saya dapat laporan jika hotel di Kota Semarang sudah full booking semua. Dan pastinya ada pajak hotelnya, restorannya. Jadi selain itu juga kuliner dan pasti setiap peserta membawa keluarganya sehingga banyak yang datang ke Kota Semarang,” tuturnya.

Sementara itu, Pelari Nasional, Rikki Marthin Luther S mengaku terpukau dengan jalur yang menjadi rute event Semarang 10K 2023. Selain jalannya yang mulus, dirinya juga senang dengan infrastruktur yang dibangun di Kota Semarang.

“Lapangan rute ini menurut saya sangat bagus sekali. Sangat steril dan kemungkinan untuk tahun berikutnya kalau bisa untuk belokan di kurangin sedikit karena berpengaruh dalam capaian waktu,” imbuhnya. (*)

Editor : Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp