Jateng

Mbak Ita Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antar Wilayah Dukung Program Prioritas Nasional

×

Mbak Ita Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antar Wilayah Dukung Program Prioritas Nasional

Sebarkan artikel ini
Mbak Ita Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antar Wilayah Dukung Program Prioritas Nasional
Pertemuan membahas rencana pelaksanaan program prioritas nasional. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Perencanaan Dukungan terhadap Program Prioritas Nasional yang di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk tahun 2025.

Hadir pula Kepala Bappeda dari seluruh Provinsi Jawa Tengah yang akan mendorong sinergi pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mensukseskan program-program prioritas.

BACA JUGA: Walikota Semarang Terima Perwakilan Buruh Bahas Usulan Kenaikan UMK 2025

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau akrab dsapa Mbak Ita, mengapresiasi pertemuan perencanaan yang melibatkan seluruh wilayah ini.

“Saya sangat mengapresiasi adanya pertemuan perencanaan di dalam satu wilayah. Apalagi, di tahun 2025, kita akan memiliki pemimpin baru. Baik bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota yang tentunya memiliki visi dan misi masing-masing,” ungkap Mbak Ita.

Hal ini ia sampaikan dalam High Level Meeting Kepala Bappeda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Gumaya Hotel, Jumat, 1 November 2024.

Program Prioritas Nasional

Program-program prioritas mencakup pemberian makanan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit lengkap di daerah. Serta penuntasan tuberkulosis, renovasi sekolah, sekolah unggulan terintegrasi, serta program lumbung pangan nasional.

Mbak Ita menekankan bahwa pendanaan untuk program-program ini memerlukan persiapan dan koordinasi yang matang. Terutama mengingat belum adanya arahan teknis dari kementerian terkait. Meski demikian, APBD Tahun Anggaran 2025 sudah harus pemerintah bahas dan sepakati dengan DPRD.

“Nanti di 2025, prioritas kita adalah ketahanan pangan dan program makan siang bergizi, yang tentunya menjadi tantangan besar bagi kita semua. Termasuk beberapa hal mandatory, seperti tunjangan profesi bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K),” lanjut Mbak Ita.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ita juga mengajak seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Tengah untuk berkolaborasi. Terutama dalam bidang pertanian, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program makan siang bergizi.

Dia berharap setiap daerah dapat memiliki produk pertanian unggulan yang bisa saling menyuplai antar daerah.