BACA JUGA: Intip Asyiknya Siswa SDN Tugurejo 02 Belajar Sejarah di Monumen Watu Tugu Semarang
Sementara itu, Pakar Sastra Jawa Unnes, Yusron Edi Nugroho mengapresiasi pameran manuskrip dan naskah kuno oleh Perpustakaan Jawa Tengah. Menurutnya, dengan pameran ini, masyarakat akan semakin mudah mengetahui sejarah bangsa.
Mengingat, penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa mulai marak selepas Perang Diponegoro. Atau sekitar tahun 1830-an setelah kehidupan sosial mulai tenang paska peperangan.
“Dengan di-display seperti ini, orang tau sejarah kita, tumbuh kecintaan generasi muda pada naskah-naskah kuno bersejarah,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





