Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNS Solo, Agung Luki Praditya, menilai kenaikan UKT menunjukkan bahwa negara tak lagi memelihara fakir miskin. Ia mengeluhkan uang pangkal di Fakultas Kedokteran UNS yang melonjak drastis.
BACA JUGA: Kisah Alumni UNNES Cicil UKT Saat Masih Difasilitasi Kampus, Tanpa Bunga Sama Sekali!
“Tambahan UKT golongan 9 di UNS, bahkan IPI atau dulunya ASPI, naik berkali-kali lipat. Dari Rp25 juta tahun sebelumnya menjadi Rp200 juta tahun ini,” jelasnya.
“Kenaikan ini menunjukkan bagaimana kesehatan dan pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar, semuanya jadi dagangan,” tegas Agung. (*)





