Daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta.
Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R Prawotosudibyo dan Moh Ichsan, yang akhirnya resmi dilantik sebagai Walikota Semarang untuk kali pertama.
Kepala Bidang Pengembangan, Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Laily Widiyaningtyas, mengatakan, arsip Moh Ichsan adalah arsip bernilai sejarah. Pihaknya mempunyai tanggungjawab mengakuisisi dan menyelamatkan arsip seperti itu.
”Kami sangat berkepentingan dengan arsip. Pak Firman dengan kerelaannya bersama keluarga, memberikan kepada kami untuk disimpan,” kata Laily. (Ak/El)





