Gaya Hidup

Mengenal Sosok di Balik NulisJawaYuk, Penemu Salah Tulis Aksara Jawa di Papan Disdikbud Jateng

×

Mengenal Sosok di Balik NulisJawaYuk, Penemu Salah Tulis Aksara Jawa di Papan Disdikbud Jateng

Sebarkan artikel ini
disdikbud jateng Penulisan Aksara Jawa
Pekerja memperbaiki aksara Jawa di papan nama Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 5 Maret 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penulisan aksara Jawa yang keliru di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah ramai jadi perbincangan di media sosial.

Hal itu pertama kali terungkap oleh akun Instagram @nulisjawayuk. Ia menyoroti adanya kesalahan fatal pada kata “pemerintah”, “provinsi”, dan “pendidikan”.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah ternyata masih ada salah penulisan aksara jawanya,” tulis akun @nulisjawayuk, Senin, 3 Maret 2025 lalu.

Sosok di balik akun @nulisjawayuk ialah Tendian Febriagazi. Dian, sapaan akrabnya, mengungkapkan, ia mulanya sedang jalan-jalan di sekitar Jalan Pemuda. Ia lantas menyadari ada kesalahan penulisan aksara Jawa di depan kantor Disdikbud Jateng.

BACA JUGA: Akui Khilaf Salah Tulis Aksara Jawa di Papan Nama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Akan Cek Plang Lainnya

“Jujur, saya kaget dan heran, kok bisa sekelas Disdikbud Provinsi Jawa Tengah kecolongan seperti ini,” kata Dian kepada beritajateng.tv, Kamis, 6 Maret 2025.

Lantaran memiliki ketertarikan dalam budaya Jawa dan sering membuat konten edukasi di sosial media, Dian memutuskan untuk mengangkat kesalahan penulisan itu ke media sosialnya.

Menurutnya, konten tersebut bukan bermaksud untuk menyalahkan pihak tertentu. Melainkan, untuk edukasi terkait penulisan aksara Jawa yang benar dan seusai pedoman penulisan.

“Koreksi yang saya berikan juga berdasarkan pedoman tata tulis Traditional dan Simplified yang keluar dalam Kongres Aksara Jawa 2021, supaya bisa jadi pembelajaran bersama,” ucapnya.

Ubah citra aksara Jawa

Lebih jauh, Dian mengisahkan awal mula ketertarikannya terhadap budaya Jawa. Dari dulu, ia memang menyukai hal-hal terkait budaya seperti karawitan, wayang, dan tentu saja aksara Jawa.

Ia prihatin sebab aksara Jawa kian terasa asing bagi orang Jawa. Apalagi tak banyak anak muda yang masih mempelajari aksara Jawa.

“Berangkat dari keresahan bahwa kenapa aksara Jawa termarjinalkan di tanah sendiri, bahkan terasa asing bagi orang Jawa sendiri, makanya aku mulai ngonten-ngonten di TikTok,” katanya.

BACA JUGA: Bertahun-tahun Terpampang, Aksara Jawa di Papan Nama Disdikbud Jateng Ternyata Salah Tulis