Tak hanya membeli, orang Tionghoa yang mayoritas pintar berwirausaha lalu melihat peluang besar di industri kamera dan dunia fotografi. Tak sedikit dari mereka yang kemudian menjadi ahli reparasi atau membuka toko kamera.
BACA JUGA: Mengupas Cerita “Kegelapan” Penyandang Tuna Netra Lewat Pameran Fotografi Semarang
“Mereka dulu sebetulnya tidak punya basic; awalnya malah tukang kayu atau pengusaha kayu. Dan yang usaha fotografi itu rata-rata dari suku Kong Hu yang juga terkenal sebagai pengusaha kayu,” jelasnya.
Adapun salah satu pelanggan yang sering mereparasi kamera di tempat ayahnya yaitu Tan Tat Hin. Belakangan, Tan Tat Hin menjadi salah satu tokoh fotografi legendaris pula di Semarang.
“Tan Tat Hin dia itu dulu melayani foto dokumentasi dan post card. Maka banyak foto-fotonya tentang panorama Semarang,” tandas Yuwono. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





