Sementara itu, Ika Dewi Retno Sari, guru Sejarah di SMAN 14 Semarang, menyambut baik kegiatan ini. Apalagi, Pojok Literasi Arkeolog SMAN 14 Semarang rutin menggelar kegiatan serupa.
Menurutnya, pameran semacam ini dapat menjadikan sejarah menjadi hal yang menarik bagi siswa. Tidak lagi identik dengan kuno atau membosankan.
“Tujuan kami ingin sejarah itu tidak dipandang sebagai hal kuno tapi sejarah itu sesungguhnya bicara sesuatu dari masa lalu yang bisa dibawa ke masa kini dan menjadi pembelajaran di masa depan,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





