Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso, menyebut Gebyuran Bustaman adalah salah satu budaya khas Semarang yang patut masyarakat lestarikan. Pasalnya, tradisi ini tidak dapat kita temukan di tempat lain.
BACA JUGA: Dulunya Masyhur Sebagai ‘Kampung Jagal’, Begini Kisah Kampung Bustaman Sekarang
Pihaknya pun berjanji akan menjadikan penyelenggaraan Gebyuran Bustaman tahun depan menjadi lebih menarik. Salah satu tujuannya yaitu untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.
“Kita harap prosesi ini bisa memperkuat wisatawan. Ini salah satu upaya kita dalam tahap pelestarian dan pengembangan di sektor pariwisata,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





