Menjadi Pembahasan Nasional, Pembangunan Tanggul Laut Kabupaten Demak Segera Terwujud Tahun 2023

Direktur Sumberdaya Air Nasional BAPPENAS Abdul Malik Sadad Idris meninjau desa Timbulsloko salah satu desa terdampak Rob di Demak.

Demak, 22/6 (BeritaJateng.tv) – Persoalan air pasang atau rob yang melanda Empat kecamatan di kabupaten Demak yang berdampak sangat besar bagi masyarakat pesisir pantai Utara Jawa tersebut.

Penantian masyarakat akan terbebas dari rob yang sudah berlangsung selama Sepuluh tahun belakangan ini nampakny akan segera terealisasikan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Sumberdaya Air Nasional BAPPENAS Abdul Malik Sadad Idris saat meninjau langsung desa Timbulsloko, kecamatan Sayung yang merupakan salah satu desa terdampak rob terparah di kabupaten Demak.

” Ya ini pemerintah pusat melalui kementerian PUPR akan membantu, dikarenakan skala permasalahannya sudah menahun dan mudah-mudahan periode desain ini bisa kita selesaikan di tahun depan,” ujar Abdul Malik.

Menurutnya dalam mengatasi permasalahan rob tidak mungkin pemerintah pusat dapat menyelesaikan sendiri tanpa ada dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kementerian PUPR, mengingat ini merupakan program RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) pengendalian terpadu pantai Utara Jawa harus dikerjakan bersama secara serius.

“Permasalah rob di kabupaten Demak sudah menjadi fokus pembicaraan ditingkat nasional oleh sebab itu harus dijalankan sebaik mungkin,” tuturnya.

Nantinya, lanjut Abdul Malik, jalur kabupaten sepanjang pantai Utara yang kondisi sekarang rata dengan laut, kedepannya akan difungsikan kembali selain sebagai jalur ekonomi juga difungsikan sebagai tanggul laut.

Mengingat dijalan kabupaten tersebut masih ada yang berstatus milik masyarakat, pemerintah kabupaten Demak agar segera mengurus permasalahan pembebasan tanah milik warga agar proses pengerjaannya dapat segera terealisasikan.

” Semoga program RPJMN dapat segera dikerjakan, kasihan masyarakat sudah sepuluh tahun ini berjibaku dengan air pasang setiap harinya,” kata Direktur Sumberdaya Air Nasional ini.

Sementara itu menurut Bupati Demak Eistianah yang turut hadir dalam kunjungan tersebut manegaku sangat lega, lantaran harapan masyarakat akan pembangunan tanggul laut yang sudah bertahun-tahun dinanti sebentar lagi akan terwujud.

” Alhamdulillah tanggul laut yang menjadi impian warga terdampak rob seperti sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung akan segera terealisasi pembangunannya tahun depan”, terang Bupati.

Orang nomor satu dipemerintahan Demak ini mengaku jika kondisi jalan kabupaten sepanjang 15,5 km dalam pembangunannya dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit, mengingat masih banyak lokasi yang masih berstatus milik warga dan harus dibebaskan yang merupakan salah satu faktor terbesar jumlah anggarannya.

“Secara pasti memang belum kita hitung tepatnya berapa, tetapi jika kita hitung secara kasar tadi Jalur sepanjang 15,5 km mbutuhkan anggaran sekitar 150 miliar,” pungkas Eistianah. (BW/El)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.