SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto membuka rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Hotel Patra, Kota Semarang, Kamis 2 November 2023 siang.
Hadi mengungkap sebanyak 15 titik kabupaten di Provinsi Jawa Tengah harus terselesaikan, utamanya terkait dengan pemberian tanah objek reforma agraria (TORA) kepada masyarakat.
“Di Jateng itu ada 15 kabupaten sekaligus 15 titik yang harus terselesaikan, agar tanah objek reforma agraria (TORA) itu bisa segera masyarakat terima dalam bentuk sertifikat,” ujar Hadi saat menghadiri konferensi pers, Kamis 2 November 2023.
Mempercepat pemberian sertifikat TORA kepada masyarakat, Hadi menuturkan penataan aset menjadi poin penting yang mesti Pj Gubernur Nana Sudjana lakukan mengingat ia selaku Pimpinan GTRA di Jawa Tengah.
BACA JUGA: 21 Tahun Petani Berjuang, Kini Terima Redistribusi Tanah
“Utamanya menata aset, kemudian pembagian tanah, dan juga menata akses,” sambung Hadi.
Aset tanah untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat
Perihal akses, Hadi ingin pihak lain seperti perbankan dapat berperan agar bisa menjadi aset bergerak untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Akses ini bisa ke perbankan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, sehingga aset tanah yang sudah kita berikan kepada masyarakat tidak idle (menganggur), bisa menghasilkan untuk pertumbuhan ekonomi mereka,” ungkap Hadi.
Tak hanya melibatkan perbankan, Hadi menuturkan keterlibatan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) harus disertakan untuk mencapai target.
“Perlu adanya keterlibatan dari KLHK terhadap pelepasan kawasan hutan. Sehingga target 15 kabupaten tadi yang harus kita selesaikan bisa selesai,” bebernya.
BACA JUGA: Blusukan Pasar di Blora, Presiden Jokowi Cek Harga Bahan Pokok
Ia meyakini, pihaknya dapat menyelesaikan target pemberian TORA secepatnya kepada masyarakat.
“Dengan sinergi dan kolaborasi dengan Pemda, Bapak Gubernur, dan penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan Insya Allah semua bisa terselesaikan. Kita samakan visi dan misi untuk mendapat satu rumusan,” tandasnya.(*)





