Ia memberi contoh beberapa kegiatan di Kelurahan Petompon, seperti pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), urban farming, serta program pemberdayaan perempuan. “Kami juga memiliki inisiatif inovatif seperti Rumah Duta Revolusi Mental untuk pencegahan bullying dan kekerasan terhadap perempuan. Serta Rumah Pelita untuk penanganan stunting lintas sektor,” tambahnya.
Kunjungan Menteri PPPA ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Kelurahan Petompon dalam menjalankan program Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA). Dengan berbagai capaian ini, Kota Semarang terus mempertegas posisinya sebagai pelopor dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat nasional. (*)
Editor: Elly Amaliyah





