“Sport center untuk senam, ke depan harus dipikirkan bersama oleh stakeholder, pemerintah, karena ini termasuk cabor andalan. Belum ada sport centre saja sudah bisa dapat emas di kejuaraan internasional, bayangkan kalau kita sudah memiliki fasilitas latihan yang memadai, modern dan juga sangat memadai,” imbuhnya.
Kendala lain yang dihadapi atlet, imbuh Arnaz yang juga pernah menjadi Ketua Persani Kota Semarang, adalah belum adanya regulasi yang mengatur para atlet bersekolah.
“Para atlet terutama yang SD dan SMP ini harus memiliki kelonggaran waktu dan kelonggaran latihan agar mereka bisa meraih prestasi setinggi-tingginya,” pungkasnya. (Ak/El)





