News UpdateOlahraga

Meski Fasilitas Latihan Tak Memadai, Atlet Senam Semarang Tetap Raih Medali Emas

×

Meski Fasilitas Latihan Tak Memadai, Atlet Senam Semarang Tetap Raih Medali Emas

Sebarkan artikel ini
Atlet Senam Semarang Raih Medali Emas

SEMARANG, 11/9 (BeritaJateng.tv) – Para atlet senam Kota Semarang ternyata selama ini belum berlatih di venue selayaknya. Namun mereka tetap mampu menyabet 5 medali emas di kejuaraan Vivace 1st RG International Competition 2022 di Malaysia, pekan lalu.

Jadi ternyata, atlet senam yang tergabung dalam Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Semarang ini belum memiliki fasilitas latihan memadai. Alhasil, mereka hanya berlatih di masing-masing klub yang memenuhi.

“Persani belum memiliki fasilitas latihan yang memadai karena kami belum memiliki tempat latihan sendiri,” ujar Ketua Persani Kota Semarang Hamzah Musawa.

Namun meski demikian, atlet-atletnya tetap mampu berbicara banyak di event internasional tersebut. Bahkan berhasil mengungguli banyak negara yang sudah memiliki fasilitas latihan jauh lebih komplit dan modern.

Pasalnya, Vivace 1st RG International Competition 2022 di Malaysia diikuti oleh banyak negara maju.

Di antaranya adalah AS, Rusia, China, Singapura dan tentu tuan rumah Malaysia.
“Tapi ternyata dengan segala keterbatasan, kami mampu berbicara banyak di kancah internasional. Total kami berhasil membawa pulang 5 medali emas dan 3 medali perunggu. Ini sangat membanggakan,” imbuhnya.

Lebih dari itu, para atlet senam sempat tidak aktif latihan selama 2 tahun karena pendemi.
Selain itu, di masa pandemi pula, tidak ada kejuaraan yang digelar sehingga mempengaruhi mental dan skill para atlet.
Lebih dari itu, hasil kejuaraan ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan atletnya dalam menuju Pra Porprov 2022 yang akan digelar Oktober mendatang.

Selain itu juga dapat menjadi pemicu semangat menghadapi Porprov 2023.
Senada, Ketum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengakui setidaknya ada dua kendala besar yang dihadapi atlet senam.

Yang pertama terkait fasilitas yang memadai dimana pihaknya bersama pemerintah dan stakeholders masih berupaya membangun sport centre untuk menyiapkan sarana latihan yang memadai.

“Sport center untuk senam, ke depan harus dipikirkan bersama oleh stakeholder, pemerintah, karena ini termasuk cabor andalan. Belum ada sport centre saja sudah bisa dapat emas di kejuaraan internasional, bayangkan kalau kita sudah memiliki fasilitas latihan yang memadai, modern dan juga sangat memadai,” imbuhnya.

Kendala lain yang dihadapi atlet, imbuh Arnaz yang juga pernah menjadi Ketua Persani Kota Semarang, adalah belum adanya regulasi yang mengatur para atlet bersekolah.

“Para atlet terutama yang SD dan SMP ini harus memiliki kelonggaran waktu dan kelonggaran latihan agar mereka bisa meraih prestasi setinggi-tingginya,” pungkasnya. (Ak/El)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp