UNGARAN, beritajateng.tv – Kesadaran kaum pria untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) terus meningkat di Kabupaten Semarang.
Meningkatnya minat tersebut membuat kuota peserta Metode Operasi Pria (MOP) yang disediakan Pemerintah Kabupaten Semarang habis lebih cepat, bahkan kini calon akseptor harus masuk daftar tunggu (waiting list).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo, mengatakan kuota MOP tahun 2026 telah terpenuhi seluruhnya pada semester pertama.
“Kuota MOP yang disediakan Pemerintah Kabupaten Semarang tahun 2026 memang sudah habis,” ujarnya di Ungaran, Selasa 30 Juni 2026.
BACA JUGA: Mohammad Saleh Ajak IpeKB dan TPK Banyumanik Perkuat Sinergi Program Keluarga Berencana
Dewanto menjelaskan, DP3AKB hanya mengalokasikan kuota delapan akseptor MOP pada tahun ini. Seluruh kuota tersebut telah terserap sehingga masyarakat yang berminat kini harus menunggu apabila pemerintah menambah alokasi anggaran.
Menurutnya, kuota MOP memang jauh lebih sedikit daripada Metode Operasi Wanita (MOW) karena menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, meski keduanya sama-sama merupakan program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Namun demikian, ia menilai meningkatnya jumlah calon akseptor menunjukkan kesadaran para suami untuk ikut bertanggung jawab dalam program KB semakin baik.
“Kalau memungkinkan, kami berencana menambah alokasi anggaran untuk akseptor MOP pada APBD Perubahan 2026,” kata Dewanto.
Ia menambahkan, secara umum kesadaran masyarakat Kabupaten Semarang terhadap pentingnya program KB juga terus meningkat. Banyak keluarga mulai mempertimbangkan aspek pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan anak sebelum memutuskan jumlah anggota keluarga.
“Semakin banyak anak, tentu tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan juga semakin besar. Kesadaran itulah yang mendorong masyarakat menjadi akseptor KB,” jelasnya.
BACA JUGA: Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Promo Liburan Sekolah, Aktivitas Keluarga Hingga Nobar Piala Dunia
DP3AKB mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.260.000 untuk setiap akseptor MOP pada tahun 2026. Dengan target delapan peserta, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp10.080.000.
Sementara itu, untuk program Metode Operasi Wanita (MOW), DP3AKB menargetkan 150 akseptor sepanjang 2026. Hingga akhir semester pertama, realisasi peserta MOW telah mencapai 60 akseptor. (*)
Editor: Farah Nazila





