Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerugian materi yang di taksir mencapai Rp200 juta. Bagian rumah warga mengalami kerusakan akibat tergerus tanah dan aliran air sungai.
Pasca kejadian, warga segera melaporkan peristiwa tersebut kepada ketua RT dan RW, lalu diteruskan ke pihak kelurahan dan kecamatan.
Petugas gabungan dari BPBD Kota Semarang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat wilayah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, dokumentasi, dan penanganan darurat.
BPBD Kota Semarang kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengenali potensi bencana di lingkungannya. Jika terjadi hujan lebat dalam durasi panjang, segera berkoordinasi dengan RT, RW, kelurahan, kecamatan, atau dinas terkait,” kata Endro.
Ia juga meminta warga untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang di sertai angin kencang selama puncak musim hujan masih berlangsung. (*)
Editor: Elly Amaliyah





