SEMARANG, beritajateng.tv – Dua puluh bapak ibu guru SDN Jatisari berpakaian tak seperti biasanya. Di hadapan para siswa, guru-guru ada yang mengenakan seragam profesi polisi, pilot, jas dokter, seragam pegawai SPBU, hingga pakaian seperti petani.
Bahkan, ada juga yang mengenakan jaket driver online, lengkap dengan helmnya. Mereka ialah bapak-ibu guru yang sedang cosplay.
Di hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mereka tengah mengenalkan beragam profesi kepada siswa baru.
Kepala SDN Jatisari, Lia Maylani mengungkapkan, MPLS di sekolahnya memang dikemas dengan cara yang unik. Hari kedua ini, cosplay profesi menjadi pilihan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang jenis profesi atau pekerjaan.
BACA JUGA: Peringati Hari Anak Nasional, Siswa SDN Polaman Semarang Gelar Sholat Gaib untuk Palestina
“Kami harus menunjukkan apa jenis-jenis profesi dan apa tugasnya. Kalau kami hanya tampilkan satu aja itu kurang menarik,” ungkapnya kepada beritajateng.tv, Selasa, 23 Juli 2024.
Lia menyebut, pengenalan beragam profesi kepada siswa bertujuan untuk membentuk karakter siswa. Selain itu juga untuk mendorong siswa berani memiliki cita-cita dan mimpi yang besar.
Tak hanya itu, uniknya, para guru tidak hanya mengenakan profesi terkenal seperti polisi, pilot, atau dokter. Namun juga profesi lain yang sekiranya selama ini kurang mendapat perhatian.
“Tidak semuanya harus menjadi pegawai negeri, tapi setidaknya kita harus menyukai profesi sendiri, semua pekerjaan kalau ditekuni akan menjadi berkah tersendiri,” katanya.
Ajak siswa menghormati jasa berbagai profesi
Ia mencontohkan, salah satu profesi yang sering terlupakan ialah driver online. Padahal, jasa para driver online di kehidupan sehari-hari sangatlah besar.
Sehingga, kata Lia, dengan menampilkan guru berkostum driver online, anak-anak bisa belajar untuk menghargai keberadaan driver online itu.
“Itu harus diterapkan, bahwa semua profesi itu sama, sehingga anak-anak bisa menghargai profesi yang ada di sekitarnya,” harapnya.
BACA JUGA: Kecil-kecil Cabai Rawit, Sang ’Local Hero Cilik’ Ini Penggerak Peduli Lingkungan
Setelah mengenal beragam profesi, anak-anak kemudian membubuhkan cap di papan Tangan Impian. Dengan harapan, mereka bisa semangat dalam menggapai cita-cita mereka.
Lia menuturkan, pihaknya memang mengisi MPLS dengan berbagai kegiatan menyenangkan. Pada hari pertama kemarin, misalnya, atraksi dua barongsai hadir untuk menghibur para siswa baru sehingga mereka dapat cepat beradaptasi.
“Kami terus melakukan inovasi supaya anak-anak tidak bosan dan semangat dalam pembelajaran, sesuai tema MPLS yakni Learning is Fun,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





