Jateng

MUI Jateng Dorong SPPG Wajib Sertifikat Halal dan SLHS: MBG Bakal Lebih Higienis, Aman, dan Tayyib

×

MUI Jateng Dorong SPPG Wajib Sertifikat Halal dan SLHS: MBG Bakal Lebih Higienis, Aman, dan Tayyib

Sebarkan artikel ini
PPJI MBG | SPPG Ngawen 1 Blora
Pemorsian di dapur SPPG Ngawen 1 Blora, Rabu, 24 September 2025. (Heri/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mendorong setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengantongi sertifikat halal.

Pihaknya menyebut upaya tersebut penting lantaran jumlah SPPG bersertifikat halal di Jawa Tengah masih sangat terbatas.

Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Jawa Tengah, Muhammad Shofa, menegaskan bahwa keamanan dan kehalalan makanan dalam program MBG tidak dapat dipisahkan.

“Biar antara halal dan tayyib ini menyatu. Kalau produknya halal, pasti aman, tidak ada yang keracunan, tidak ada masalah,” ujar Shofa, Kamis, 9 Oktober 2025.

BACA JUGA: Wajibkan Punya Sertifikat Higienis, BGN Tegaskan Sanksi Bagi SPPG yang Sebabkan Keracunan MBG

Shofa mengungkapkan bahwa proses sertifikasi sering menemukan penggunaan olahan daging tanpa kejelasan kehalalan. Kondisi ini sangat berisiko terhadap kualitas sajian MBG.

“Salah satunya penggunaan daging sapi belum punya sertifikat halal. Ini kelemahan yang perlu perbaikan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, baru sebagian kecil SPPG yang memiliki sertifikat halal. Namun, setelah instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah pendaftar sertifikasi meningkat pesat.

“Masih sedikit, tapi sekarang ada 150 SPPG yang sudah mendaftar. Bukan cuma ke kami saja prosesnya, karena instruksi dari BGN mewajibkan sertifikat halal,” ungkapnya.

Dapur SPPG bersertifikat halal bakalan lebih higienis, aman, dan tayyib

Shofa memastikan proses sertifikasi berjalan profesional. Menurutnya, dapur SPPG bersertifikat halal akan lebih higienis, aman, dan tayyib.

“Semua bahan sudah bersertifikat halal. Fasilitas produksi bersih, tenaga dapur bebas dari najis. Antara halal dan tayyib tidak bisa terpisah,” tambahnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (DPD PPJI) Jawa Tengah, Lilik Agus Gunarto, turut memberi dukungan.

Ia meminta seluruh pengelola SPPG segera mengajukan sertifikasi halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sertifikasi kompetensi.

BACA JUGA: Antisipasi Kasus Keracunan MBG, Dinas Kesehatan Blora Intensifkan Inspeksi Dapur SPPG