SEMARANG, beritajateng.tv – Viralnya sebuah video Miftah Maulana atau yang akrap dengan sapaan Gus Miftah saat sedang mengolok-olok penjual es teh banyak disoroti warganet.
Bahkan sebagian dari mereka hingga tokoh publik sekalipun menilai sikap Gus Miftah memang kurang elok dalam tayangan tersebut.
Namun menaggapi komentar demikian, ia menyampaikan bahwa apa yang ia katakan merupakan sebuah candaan biasa bukan berniat untuk mengolok-olok penjual es teh.
Tak hanya itu, para warganet bahkan sampai menyudutkan jabatan yang Gus Miftah duduki. Bukan sekedar menjadi pendakwah saja, ia juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
BACA JUGA: Prabowo Sebut UMP Nasional 2025 Naik 6,5 Persen, Ini Prediksi Upah Minimum 35 Daerah di Jawa Tengah
Berikut ini pernyataan Gus Miftah dalam memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
Gus Miftah Mundur dari Jabatan
‘Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dan saya hormati,
Izinkan saya mengawali ini dengan mengutip ayat 26 dalam Surat Ali Imron, ‘Katakanlah Nabi Muhammad wahai Allah pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau memiliki kekuasaan untuk mencabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu-lah segala kebajikan, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu.’
Hari ini dengan segala kerendahan hati dan dengan ketulusan dan dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam. Setelah berdoa, bermuhasabah, dan istikhoroh. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
BACA JUGA: Mbah Guru Matematika Viral Ngajar di TikTok Live Dapat Penghargaan dari Prabowo, Diberi Rp100 Juta!
Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan siapa pun, bukan karena permintaan siapa pun. Tapi keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat.
Mengetahui keputusan tersebut banyak netizen yang menanggapi setuju lantaran menilai bahwa Gus Miftah kini tidak layak berada di posisi tersebut.
Ia juga mengakui bahwa banyak mengambil pelajaran atas kritikan yang masuk khususnya lebih hati-hati dalam berkomunikasi ketika berdakwah. (*)





