Jateng

Musim Kemarau 2026 di Jawa Tengah Lebih Panjang, Ini Daftar Wilayah yang Alami Kemarau hingga 9 Bulan

×

Musim Kemarau 2026 di Jawa Tengah Lebih Panjang, Ini Daftar Wilayah yang Alami Kemarau hingga 9 Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi musim kemarau. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi musim kemarau. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah akan menghadapi durasi musim kemarau 2026 yang lebih panjang dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Bahkan, terdapat titik tertentu yang berpotensi mengalami masa kering hingga sembilan bulan lamanya. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra terhadap potensi kekeringan serta ketersediaan air bersih di wilayah terdampak.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, mengungkapkan bahwa secara umum panjang musim kemarau tahun ini berkisar antara 16 hingga 18 dasarian atau setara lima sampai enam bulan. Namun, beberapa wilayah mengalami anomali durasi. Ia menyebutkan bahwa panjang musim kemarau 2026 umumnya lebih lama satu hingga tiga dasarian dari kondisi normal.

Wilayah dengan Kemarau Terpanjang

Berdasarkan data BMKG, musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan mulai masuk secara bertahap sejak April hingga Juni. Wilayah dengan durasi kemarau terpanjang perkiraannya terjadi di sebagian kecil Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang.

BACA JUGA: Antisipasi Kemarau Ekstrem, Damkar Semarang: Kebakaran Ilalang Jadi Ancaman Besar

Kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami musim kemarau selama 25 hingga 27 dasarian atau sekitar delapan hingga sembilan bulan. Menjadikannya daerah paling rentan terhadap kekeringan ekstrem.

Jadwal Masuk Musim Kemarau di Jawa Tengah

BMKG membagi awal musim kemarau menjadi tiga gelombang utama:

  • April 2026 (20,4% wilayah)
    Meliputi Kabupaten Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Demak. Termasuk pula sebagian Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kendal, Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, serta Kota Semarang.
  • Mei 2026 (66,7% wilayah)
    Mencakup Kabupaten Cilacap, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Klaten.
    lass=”yoast-text-mark” />>Selain itu, mencakup Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, serta sebagian besar Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Wonogiri.
  • Juni 2026 (12,9% wilayah)
    Meliputi Kabupaten Purbalingga, sebagian besar Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara, serta sebagian Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, dan wilayah lainnya.

Sementara itu, daerah dengan durasi kemarau lebih singkat (10–12 dasarian) diprediksi terjadi di Kabupaten Purbalingga, sebagian besar Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara, serta sebagian wilayah pesisir selatan dan pegunungan tengah.

Puncak Musim Kemarau 2026

Puncak kemarau di Jawa Tengah juga terjadi secara bertahap:

  • Juli 2026
    Terjadi di Kota Surakarta, sebagian besar Kabupaten Kudus dan Kabupaten Blora, serta sebagian Kabupaten Demak, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sukoharjo.
  • Agustus 2026
    Menjadi puncak bagi mayoritas wilayah, termasuk Kota Semarang, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, dan Kota Magelang, serta wilayah Kabupaten Brebes, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung, hingga Kabupaten Cilacap dan kawasan Banyumas Raya.
  • September 2026
    Puncak kemarau paling akhir diprediksi terjadi di Kepulauan Karimunjawa.
BACA JUGA: Sumuk! Kota Semarang Pernah Capai Suhu 39,5 Derajat saat Kemarau, Ini Puncaknya Menurut BMKG

Dengan durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi krisis air bersih, terutama di wilayah rawan kekeringan. Pemerintah daerah dan warga perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar dampaknya tidak semakin meluas. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp