Jateng

Gelar Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Sungging, Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian

×

Gelar Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Sungging, Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto memberi sambutan sebelum pentas wayang kulit lakon Gatotkaca Sungging di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (DPRD Jateng)

KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ratusan penonton menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Bersama Ketua DPRD Jateng Sumanto di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Pentas wayang kulit setiap selapan yang Sumanto gelar kali ini sedikit berbeda. Para penonton juga mendapat tambahan hiburan dari Grup Dangdut Klasik, Dejavu asal Desa Suruh.

Pagelaran Wayang Kulit tersebut menampilkan lakon Gatotkaca Sungging yang Dalang Ki Sudarsono serta Ki Sukino Jati bawakan. Pentas wayang yang rutin Sumanto gelar di kediamannya tersebut tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya adiluhung Jawa.

Sumanto menekankan wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan yang sarat nilai moral, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga.

BACA JUGA: Peringatan Hari Kartini 2026, Sumanto dan Rober Christanto Gaungkan Keteladanan Nyai Ageng Karang

“Melalui pagelaran seperti ini, kita bisa ikut andil dalam nguri-uri budaya Jawa, khususnya kesenian wayang kulit yang menjadi identitas dan kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Ketua DPRD Jateng Sumanto
Dalang mementaskan wayang kulit lakon Gatotkaca Sungging di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (DPRD Jateng)

Sumanto juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam mengenal dan mencintai seni tradisional menjadi kunci keberlangsungan warisan budaya di masa depan.  Karena itu, ia mengajak masyarakat juga memahami cerita yang ada pada lakon wayang kulit.

“Wayang kulit mengajarkan nilai kepahlawanan, kejujuran, dan pengabdian, seperti yang tergambar dalam lakon Gatotkaca Sungging malam ini. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sumanto ingin perkuat jatidiri bangsa dengan kesenian

Ia berharap kesenian wayang kulit bisa terus lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Hal tersebut sekaligus memperkuat jatidiri bangsa di tengah perkembangan zaman.