Pendidikan

Nadiem Makarim Tak Lagi Wajibkan Ekskul Pramuka di Sekolah, Begini Tanggapan Kepsek di Semarang

×

Nadiem Makarim Tak Lagi Wajibkan Ekskul Pramuka di Sekolah, Begini Tanggapan Kepsek di Semarang

Sebarkan artikel ini
Hari Pramuka Nasional Siswa
Siswa-Siswa SD Negeri Pekunden melafalkan Dasa Dharma di depan gerbang sekolah saat peringati Hari Pramuka Nasional, 14 Agustus 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengeluarkan peraturan yang tidak lagi mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah untuk siswa ikuti.

Peraturan yang tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 itu menyebut bahwa keikutsertaan peserta didik pada ekskul merupakan sukarela, termasuk Pramuka.

Beberapa kepala sekolah (kepsek) di Kota Semarang pun angkat bicara. Kepala SMP Negeri 39 Semarang, Agus Salim, mengatakan sekolahnya hanya berpedoman pada keputusan pemerintah.

Selama ini, pihaknya masih menggunakan aturan lama bahwa ekstrakulikuler Pramuka wajib siswa ikuti. Yakni, Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan.

BACA JUGA: Peringati Hari Pramuka Nasional, SD Negeri Pekunden Ajak Murid Resapi Nilai-Nilai Dasa Dharma

“Aturan lama siswa wajib melaksanakan kegiatan Pramuka, yaitu kelas 7 sebanyak dia kali dalam sebulan, kelas 8 dan 9 satu kali sebulan, bergiliran,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 2 April 2024.

Ia mengatakan, berdasarkan peraturan sebelumnya, nilai ekstrakulikuler Pramuka memang tercantum pada rapor siswa. Bahkan, nilai Pramuka menjadi syarat kenaikan kelas, yakni nilai minimal kategori baik.

Saat ini, kegiatan Pramuka memang sekolah tiadakan sementara karena memasuki masa bulan Ramadan. Namun setelah ini, Agus masih belum membeberkan rencana kegiatan Pramuka ke depannya.

“Artinya itu sebelum tanggal 1 April kemarin, setelah ini kami nunggu kebijakan, kami hanya melaksanakan kebijakan,” sambungnya.

Pramuka bentuk karakter siswa

Sementara itu, Kepala SD Negeri Tugurejo 02, Nur Rakhmat, mengatakan selama ini kegiatan Pramuka di sekolahnya seluruh siswa ikuti dari kelas 1 hingga kelas 6 SD.

Menurutnya, Pramuka berperan penting dalam membentuk karakter dan tingkat survivak anak-anak. Murid juga akan berlatih kepedulian sejak dini dari kegiatan Pramuka.

“Dalam Dasa Dharma Pramuka muncul karakter-karakter, kalau dihilangkan sangat sayang sekali,” katanya.

BACA JUGA: Walikota Semarang Lepas Dua Kontingen Pramuka ke Tingkat Nasional dan Dunia

Ia berharap, Pramuka dapat kembali menjadi ekstrakulikuler wajib dan seluruh siswa ikuti. Pasalnya, kata Rakhmat, penerapan Pramuka utamanya nilai-nilai Dasa Dharma maupun Dwi Dharma telah sesuai dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang ada di Kurikulum Merdeka selama ini.

“Tapi kita sebagai pelaksana di lapangan mengikuti aturan, kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing, kalau di sekolah saya tetap ada Pramuka, karena itu penting sekali,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp