SURABAYA, beritajateng.tv – Pemerintah Provinisi Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024 pada kategori terinovatif. Predikat ini naik level dari tahun sebelumnya, yang mendapatkan predikat sangat inovatif.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Hotel Mercure Mirama, Kota Surabaya pada Kamis, 5 Desember 2024.
Nana menyatakan, inovasi yang diajukan oleh Pemprov Jateng dalam penilaian IGA Award 2024 yakni program Samsat Budiman dan program Sister Vira Antar Obat Pasien.
BACA JUGA: Kodim 0721/Blora Ikut TMMD Reguler Ke-122, Sabet Lima Penghargaan!
Jenis Inovasi dalam IGA Award 2024
Program Samsat Budiman dikembangkan oleh Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah. Melalui inovasi ini, memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Layanan online berbasis website tersebut merupakan hasil kelola Bumdes. Hal tersebut memungkinkan pembayaran pajak kendaraan tanpa harus ke Kantor Samsat dengan jam buka gerai yang lebih fleksibel.
Sementara itu, program Sister Vira Antar Obat Pasien dikembangkan oleh RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Inovasi ini menyederhanakan prosedur pengobatan dari 23 langkah menjadi 14 langkah.
Sejumlah fitur yang tersedia antara lain pembayaran obat dengan virtual account, video call atau Whatsapp pasien dengan petugas farmasi, pelacakan hantaran obat, rating kepuasan pasien, dan sebagainya. Dengan sistem ini, manfaatnya mampu meningkatkan efisiensi waktu pelayanan, pembayaran obat menjadi lebih cepat, juga menghemat biaya transportasi pasien.
“Alhamdulillah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan penghargaan IGA Award 2024. Saat ini mendapatkan kategori provinsi terinovatif,” katanya di sela acara penyerahan penghargaan.
Keseriusan dalam Kinerja Birokrasi
Kabupaten/kota lain mengikuti budaya inovasi yang Pemprov Jateng lakukan. Terdapat 4 kabupaten dan 1 kota di Jateng yang juga menyandang predikat terinovatif, meliputi Wonogiri, Sragen, Boyolali, Blora, dan Kota Pekalongan.
Nana menilai, raihan prestasi itu patut mendapat apresiasi, mengingat inovasi tersebut harus bersaing dengan sekitar 500 kabupaten/kota lain di Indonesia.
BACA JUGA: Cegah Perdagangan Orang, Kantor Imigrasi Semarang Kini Hanya Layani Pengajuan E-Paspor
“Tentunya ini menggugah kabupaten-kabupaten dan kota yang lain untuk berinovasi,” ujar Nana.
Ia mengatakan, inovasi merupakan bagian dari keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kinerja birokrasi. Melalui inovasi, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan juga berdampak pada kesejahteraannya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk berharap, pemerintah daerah yang berhasil mendapatkan penghargaan mampu menginspirasi daerah lain. Hal tersebut memacu dan menumbuhkan inovasi, agar daya saing, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa terus meningkat.
Ribka menambahkan, jumlah inovasi dan partisipasi dalam IGA Award tahun 2024 ini menjadi capaian tertinggi dalam sejarah pelaksanaan IGA. Kenaikannya mencapai 11,14%. Total inovasi yang diikutsertakan sebanyak 31.715 inovasi atau bertambah 3.180 inovasi. Sementara itu, tingkat partisipasinya sebanyak 529 pemda, dari total 546 pemda yang ada di Indonesia. (*)





