BACA JUGA: Ribuan Karung Kratom Disamarkan jadi Kopi, Bea Cukai Tanjung Emas Bongkar Ekspor 5 Kontainer ke India
Angka tersebut mendorong KAI Daop 4 Semarang untuk memperkuat langkah pencegahan. Selain meningkatkan patroli di titik rawan, perusahaan juga menambah personel keamanan, terutama di perlintasan sebidang yang tidak terjaga namun memiliki lalu lintas kendaraan tinggi.
“Kami bekerja sama dengan TNI, Polri, dan aparat kewilayahan untuk meningkatkan pengamanan di daerah rawan. Petugas kami siagakan di lokasi strategis, termasuk perlintasan sebidang tidak terjaga,” kata Luqman.
Tak hanya pengamanan, KAI juga menggencarkan edukasi keselamatan. Hingga Februari 2026, Daop 4 Semarang telah melakukan 37 kali sosialisasi langsung di perlintasan sebidang dan empat kali di sekolah-sekolah.
Kegiatan ini melibatkan komunitas railfans serta unsur kewilayahan untuk mengedukasi pengendara motor, mobil, dan pejalan kaki tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan mendahulukan perjalanan kereta api.
Luqman menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi juga masyarakat.
Ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan segera melapor jika melihat aktivitas berbahaya di sekitar rel.
“Kami ingin menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib, terutama selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





