Jateng

Protes Mahalnya Harga Bahan Pokok, Sekelompok Pemuda di Kota Semarang Gelar Pasar Gratis

×

Protes Mahalnya Harga Bahan Pokok, Sekelompok Pemuda di Kota Semarang Gelar Pasar Gratis

Sebarkan artikel ini
Pasar Gratis
Reaksi Collective menggelar ‘Pasar Gratis’ di Jembatan Mberok atau seputaran di Titik Nol Kilometer Semarang, Kamis, 28 Maret 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Melambungnya harga kebutuhan bahan pokok, langkanya gas elpiji, hingga pembagian bantuan sosial (bansos) yang tidak merata membuat sejumlah pihak gerah.

Tak terkecuali bagi sekelompok pemuda di Kota Semarang, Jawa Tengah. Reaksi Collective, begitulah nama komunitas itu.

Bagi mereka, protes tidak harus melalui unjuk rasa yang erat dengan kekerasan. Reaksi Collective memilih menggelar ‘Pasar Gratis’ pada Kamis, 28 Maret 2024 sore di Jembatan Mberok atau seputaran di Titik Nol Kilometer Semarang.

Sesuai namanya, semua barang yang ada di Pasar Gratis boleh diambil oleh siapa saja yang membutuhkan. Tanpa biaya sepeser pun.

BACA JUGA: Sepanjang Ramadhan, Bank Jateng Gelar Pasar Sayuran Gratis Setiap Hari Rabu

Barangnya pun beragam. Mulai dari pakaian, makanan, hingga sayuran. Meski gratis, semua barang yang ada tentunya masih layak dan pantas untuk dipakai maupun dikonsumsi.

Mulai menata lapak pukul 16.00 WIB, dalam sekejap, warga sekitar maupun pengendara yang melintas langsung meramaikan dan berebut barang-barang yang ada di Pasar Gratis tersebut.

Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 17.20 WIB, seluruh pakaian, makanan, dan sayuran ludes jadi serbuan warga yang datang.

“Alhamdulillah saya dapat sayuran dan pakaian gratis. Rasanya senang, semoga berkah apalagi saat ini harga lagi serba naik,” ungkap salah satu warga, Sugiyarti.

Pasar gratis protes permasalahan dengan cara yang berbeda

Sementara itu, salah satu pegiat Pasar Gratis, Fatkhan Hakim, menjelaskan, gerakan ini merupakan bentuk protes akan kenaikan harga kebutuhan pokok yang sampai sekarang belum kunjung normal.

Ia menilai, pemerintah tak kunjung menyusun kebijakan yang bisa memgatasi permasalah tersebut. Bahkan, ketimpangan sosial di Kota Semarang masih terjadi.

“Isu di Semarang saat ini dan sebelumnya, masih banyak tunawisma, bantuan bahan pokok tidak terdistribusi merata, kenaikan harga bahan pokok seperti beras,” jelasnya.

BACA JUGA: Wisata Petik Strawberry di Wonosobo Masuknya Gratis dan Bebas Petik Sepuasnya, Mampir Yuk!