SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana di bioskop XXI DP Mall Semarang mendadak riuh ketika para pemain film Tukar Takdir muncul secara langsung di tengah penonton.
Kehadiran para bintang utama seperti Nicolas Saputra, Marsha Timothy, Revaldo, Marcella Zalianty, serta sutradara Mouly Surya mendapat sambutan antusias. Sorak gembira dari para penonton pun berkumandang memenuhi studio.
Film tukar takdir sendiri telah tayang sejak 2 oktober 2025 dan berhasil menarik perhatian publik lewat kisah dramatisnya.
Dalam sesi sapaan hangat itu, Nicolas Saputra yang memerankan karakter Rawa Budiarso membuka interaksi dengan penonton.
“Halo semarang! gimana film Tukar Takdir-nya? sedih atau gimana?” ucap Nicolas Saputra sambil tersenyum.
BACA JUGA: Review Film Tukar Takdir: Tangis, Harapan, dan Kekuatan Seorang Penyintas
Pertanyaan itu sontak langsung membuat riuh penonton yang serentak menjawab, “bagus dan sedih!”. Suasana makin meriah ketika Marsha Timothy dan Revaldo turut menyampaikan pesan kepada para penonton.
“Semoga setelah menonton Tukar Takdir, kalian bisa terhibur dan mendapatkan inspirasi. Film ini punya banyak pesan yang menyentuh, jadi jangan lupa ajak teman-teman lain nonton juga,” ujar Marsha Timothy.
Film Tukar Takdir menjadi salah satu karya layar lebar yang banyak jadi perbincangan. Karena mengusung tema tragedi kecelakaan pesawat dengan pendekatan psikologis dan emosional yang kuat.
Cerita film ini berfokus pada Rawa Budiarso (Nicolas Saputra), satu-satunya penumpang yang selamat dari jatuhnya pesawat jakarta airways 79.
Takdir berubah ketika posisi kursi yang seharusnya Raldi (Teddy Syach) tempati, suami dari Dita (Marsha Timothy), tertukar tanpa sengaja dengan milik Rawa.
Selamatnya Rawa dari tragedi itu justru menimbulkan luka mendalam, baik secara fisik maupun batin. Ia harus berhadapan dengan Dita yang dilanda duka atas kehilangan suaminya.
Di sisi lain, ada Zahra (Adhisty Zara), putri sang pilot, yang juga berjuang melawan rasa kehilangan. Ketiganya di persatukan oleh takdir yang sama dan harus belajar menerima kenyataan pahit demi menemukan kedamaian.





