Gaya Hidup

Nostalgia Sekaligus Berbagi, Komunitas Semarang 90’s Kopdar Sambil Bagi-bagi Takjil dan Santunan

×

Nostalgia Sekaligus Berbagi, Komunitas Semarang 90’s Kopdar Sambil Bagi-bagi Takjil dan Santunan

Sebarkan artikel ini
Semarang 90's
Komunitas Semarang 90’s saat kopi darat (kopdar) serta berbagi di bulan Ramadan. (Foto: Dok. Komunitas Semarang 90’s)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan kebaikan. Salah satu amalan baik selama bulan suci ini ialah berbagi dan bersedekah kepada sesama. Seperti halnya Komunitas Semarang 90’s yang berbagi takjil dan santunan.

Perwakilan Komunitas Semarang 90’s, Item Gede Sudiarta, mengatakan, selain sharing soal serba-serbi kehidupan tahun 90-an, komunitasnya juga sering menggelar berbagai acara kemanusiaan.

Sehingga, di momen bulan suci Ramadan ini, Komunitas Semarang 90’s tak ingin ketinggalan untuk berbagi berkah dan kemuliaan.

“Kami juga sering menggelar berbagai acara agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, jadi enggak cuma sharing soal kehidupan di tahun 90-an aja,” kata Item kepada beritajateng.tv, Kamis, 27 Maret 2025.

BACA JUGA: Semangat Toleransi di Semarang, Komunitas Lintas Agama Turun ke Jalan Bagi-bagi Takjil Gratis

Item menjelaskan, acara ini meliputi berbagi takjil, car meet up, rolling shot, sharing session, hingga pemberian bantuan secara simbolik bantuan kepada panti asuhan.

Seluruh acara tersebut bertajuk Safari Ramadan dan merupakan bentuk kerja sama antara Semarang 90’s dan Kahf, salah satu produk PT Paragon Technology and Innovation Paragon Corp.

“Kami mengumpulkan seluruh masyarakat Kota Semarang pecinta budaya 90-an, pecinta otomotif mobil motor tua, kami kumpulkan jadi satu untuk meramaikan acara berbagi keberkahan ini,” lanjutnya.

Komunitas Semarang 90’s pecinta hal-hal serba tahun 90-an

Lebih jauh, Item menuturkan, kehidupan di tahun 90-an memang cukup berkesan bagi sebagian anggota Komunitas Semarang 90’s. Tak sedikit memang orang yang tidak bisa move on dan punya obsesi tersendiri akan kehidupan tahun 90-an.

Selama empat tahun berdiri, komunitas tersebut telah memiliki anggota yang cukup banyak. Jumlahnya lebih dari 200 orang.

“Isinya orang-orang pecinta berbagai hal dari tahun 90-an. Mulai dari pecinta otomotif mobil dan motor, sepeda motor, pecinta sepeda federal, skateboard, art grafity, dan lainnya yang serba 90-an,” ucap Item.

Menurutnya, anggota Komunitas Semarang 90’s memiliki rasa rindu yang begitu besar terhadap kehidupan tahun 90-an. Yang mana, era tersebut terjadi transisi kehidupan modernisasi dari perkembangan masa kehidupan yang sebelumnya.

BACA JUGA: Tak Sempat Olahraga? Komunitas Semarang Runners Bisa Jadi Solusi di Kala Sibuk

“Di masa transisi itulah banyak fenomena baru tentang budaya moderenisasi itu sendiri. Vibes-nya berbeda sekali dengan zaman sekarang yang serba canggih. Nah, kami dan teman-teman rindu akan hal-hal yang terjadi di tahun 90-an,” katanya.

Sementara itu, Kahf Community Host Semarang, Deva Indra, menambahkan, pihaknya mengajak Komunitas Semarang 90’s untuk saling berbagi di bulan Ramadan bukan tanpa alasan.

Selain kampanye bertajuk Pejuang Berkahf, ia menilai bahwa Komunitas Semarang 90’s merupakan wadah yang tepat untuk mengajak masyarakat melakukan refleksi diri.

Dengan berkomunitas, masyarakat dapat mengendalikan diri dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

“Kita harus mengendalikan hawa nafsu serta terus berupaya menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Oleh karena itu, berkomunitas adalah salah satu upaya dari Pejuang Berkahf untuk mengendalikan hawa nafsu dan mengendalikan diri,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp