SEMARANG, beritajateng.tv – Menjadi seorang pengemudi ojek online tidak selalu mudah, terutama bagi para perempuan. Hal ini dibuktikan oleh Indah Setiyowati (46), seorang pengemudi ojek online Semarang yang telah mengalami berbagai tantangan dan risiko dalam pekerjaannya.
Kepada beritajateng.tv, Indah mengungkapkan bahwa pelecehan seksual merupakan salah satu masalah serius yang sering ia hadapi selama menjadi pengemudi ojek online Semarang. Kurangnya perlindungan kepada pengemudi ojol ia sinyalir menjadi alasan maraknya kasus pelecehan seksual kepada pengemudi perempuan.
BACA JUGA: Inspiratif, Ojol Perempuan Ini Bisa Kuliahkan Dua Anaknya hingga Sarjana
“Laporan pelecehan seksual kadang tidak ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Justru, saat kita mencoba membela diri, seringkali malah menjadi kesalahan kita sebagai pengemudi,” ungkap Indah dengan nada prihatin, Rabu 2 Agustus 2023.
Terkait pelecehan seksual, Indah mencontohkan beberapa situasi tidak menyenangkan yang pernah ia alami. Salah satunya adalah ketika penumpang mencoba mengajaknya untuk check-in di hotel atau bahkan melakukan rabaan yang tidak pantas.
“Saya sudah beberapa kali mengalami situasi seperti itu. Pernah suatu saat, penumpang mengelus-elus tubuh saya, dia terus mengulangi tindakannya meskipun sudah saya tegur. Akhirnya, saya memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan turunkan penumpang di Polsek terdekat,” tuturnya.
Indah merasa bahwa upaya pencegahan pelecehan tidak selalu efektif. Bahkan pusat bantuan pada aplikasi ojek online tidak membantu banyak.
Oleh karena itu, ia lebih mengedepankan penjagaan diri sendiri. Apalagi, sebagai pengemudi ojek online perempuan tak jarang ia harus mengantar penumpang saat malam hari.
“Menurut saya, yang bisa menjaga ya diri kita sendiri, misal jangan narik malam-malam. Itu semua demi keselamatan kita,” ujar Indah.
Ojek online Semarang gabung komunitas biar lebih aman
Salah satu upaya pencegahan yang bisa Indah sampaikan adalah dengan bergabung dengan komunitas. Baik komunitas resmi maupun komunitas insiatif bentukan pada suatu tempat.
Sebagai seorang leader komunitas ojek online, Indah selalu berusaha untuk memberikan dukungan dan penekanan kepada anggota komunitasnya untuk saling menjaga.
BACA JUGA: Start up JTrip Ojek Online Hadir di Semarang, Ojol Pakai Motor Elektrik
Tak jarang, melalui komunitas tersebut, para pengemudi ojek online saling memantau ketika mendapatkan orderan pada malam hari.
“Ke anggota komunitas saya lebih menekankan kepada penjagaan diri sendiri, orderan jam 7 malam keatas kita minta teman-teman share lokasi supaya kita bisa pantau bareng-bareng, tujuannya apa, udah sampai mana,” ungkapnya.
Selain masalah pelecehan seksual, mencari rezeki di jalanan merupakan hal yang tidak mudah. Terlebih bagi perempuan.
“Banyak risiko yang harus kita hadapi, mulai dari kecelakaan hingga penyakit akibat debu. Saya juga tidak setuju kalau ada beberapa perempuan pengemudi ojek online yang membawa anak ke jalanan. Itu sangat berbahaya dan bisa membahayakan kesehatan anak-anak,” papar Indah. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





