Gaya Hidup

Okupansi Hotel di Jawa Tengah Melonjak saat Libur Lebaran, Tembus 90 Persen

×

Okupansi Hotel di Jawa Tengah Melonjak saat Libur Lebaran, Tembus 90 Persen

Sebarkan artikel ini
hotel aruss semarang
Hotel Aruss Semarang. (Google Review/Hotel Aruss Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Libur Lebaran 2025 menjadi momentum kebangkitan industri perhotelan di Jawa Tengah. Setelah mengalami keterpurukan sejak awal tahun, tingkat okupansi hotel melonjak drastis.

Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih mengungkapkan, okupansi di Jawa Tengah selama libur lebaran mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan mencapai 90 persen di beberapa kota besar.

Lonjakan tersebut terjadi sejak 31 Maret 2025 dan diperkirakan bertahan hingga 4 April 2025 di Kota Semarang, serta hingga 5 April 2025 di Solo dan Purwokerto.

“Lebaran ini rata-rata okupansi hotel di Jawa Tengah mencapai 90 persen. Ini sudah umum dari tahun ke tahun memang bertambah terus. Kenapa? Karena semakin mudahnya akses jalan. Kemudian sudah nggak banyak transit lagi,” kata Bambang saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 28 Maret 2025.

BACA JUGA: Bisnis Hotel Tersengat Imbas Efisiensi, Ketua IHMG DPD Jateng: Sudah Tak Ada Cara Lagi, Lay Off

Kendati begitu, Benk sapaan akrabnya mengingatkan, euforia ini hanya bersifat sementara. Pasalnya, mayoritas tamu selama libur lebaran adalah segmen keluarga.

Industri perhotelan bakal kembali lesu usai libur lebaran usai

Begitu libur lebaran usai, industri perhotelan akan kembali merana. Sebab, terhitung dari tanggal 10 April, belum ada pesanan apapun dari pemerintah.

“Ini menjadi sangu nih menjadi sangu (bekal) apabila nanti kebijakannya tidak bergulir. Okupansi lebaran hanya bisa bertahan untuk bulan April saja. Mei juga harus nyari lagi cara bertahan,” lanjutnya.

Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya strategi yang tepat agar hotel bisa bertahan setelah masa libur lebaran berakhir. Ia menyarankan agar para pengelola memaksimalkan layanan kepada tamu yang menginap.

Dengan begitu, tamu akan terdorong untuk membelanjakan lebih banyak uang di dalam hotel.

“Pengelola hotel harus pintar-pintar menyusun konsep menarik. Misalnya, paket halal bihalal atau promo khusus yang bisa meningkatkan pendapatan tanpa perlu pengeluaran yang tidak perlu,” ujarnya.

Harap peran pemerintah dalam membelanjakan anggaran

Lebih jauh, Benk berharap pemerintah segera merealisasikan anggaran yang sudah disetujui untuk segera dibelanjakan di sektor perhotelan. Pasalnya, anggaran untuk tahun 2025 sebenarnya telah disetujui sejak akhir tahun lalu dan siap dibelanjakan.

“Kalau harapan kita, anggaran yang sudah diketok yang 50 persen itu segera dibelanjakan di hotel Itu insya Allah hotel aman. Jangan ditahan-tahan,” tambahnya.

BACA JUGA: Podcast Hotel Menjerit Imbas Efisiensi Anggaran Ala Prabowo, PHK di Depan Mata

Selain membelanjakan anggaran, lanjut Benk, pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri perhotelan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas destinasi wisata di Jawa Tengah.

Dengan destinasi wisata yang lebih beragam dan berkualitas, Jawa Tengah tentu dapat menarik lebih banyak wisatawan. Terutama dari kalangan ekonomi atas yang siap mengeluarkan uang lebih banyak.

“Semua provinsi berlomba-lomba mendatangkan wisatawan. Pemerintah Jawa Tengah harus lebih agresif dalam memperbaiki destinasi agar bisa menarik tamu-tamu potensial,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp